Rasul Markus, Paus I Aleksandria Kristen Ortodoks Koptik

Saya pernah membahas soal Markus sang penginjil pada postingan yang lalu. Suatu ketika saya membaca post di sosial media memperingati hari raya Santo Markus Penginjil pada 25 April lalu, ada catatan yang penting menurut saya untuk kita mengenal sosok St. Markus penginjil ini. 


Meskipun dia bukan bagian dari 12 rasul Yesus, tapi Markus ada dalam nama 70 murid setelah masa Yesus berkarya. Tapi mereka sudah ada di sekitar Yesus kala itu, bahkan keluarga dari Markus ini juga ambil bagian dalam karya pelayanan Yesus ketika itu. 

Ilustrasi disiapkan by Gemini

Seperti diketahui bersama, Markus lahir di Kirene (merupakan satu dari lima kota pentapolis di wilayah Afrika Utara). Lahir dari keluarga Yahudi, tapi dididik dengan budaya Yunani dan Ibrani. Ayahnya Aristopolus dan ibunya Maria. Lahir dari keluarga kaya dan terhormat di masa itu (masa Yesus). 

Nama awalnya adalah Yohanes, dia dipanggil Markus setelah bermigrasi ke Yerusalem. 

Ada informasi menarik, bahwa sepupu dari ayah Markus yaitu Aristopolus ini menikah dengan St. Petrus (Simon Petrus). Jadi Markus kecil kerap bermain ke rumah St. Petrus, dari sinilah Markus mengenal Tuhan Yesus. 

Rumah orang tua Markus inilah yang digunakan Yesus untuk acara perjamuan Paskah dan saat Roh Kudus turun atas para rasul pada peristiwa Pentakosta. 

Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?" Jawab Yesus: "Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku." (Matius 26: 17 - 18) 

Dan setelah berpikir sebentar, pergilah ia ke rumah Maria, ibu Yohanes yang disebut juga Markus. Di situ banyak orang berkumpul dan berdoa. (Kisah Para Rasul 12: 12) 

Apabila ada yang mengatakan bahwa Injil itu hanya karangan manusia, itu memang benar. Tapi siapa yang menuliskannya adalah orang² yang jelas bersaksi tentang Dia dan ada di lingkaran terdekat dengan Tuhan Yesus sendiri, bukan orang lain apalagi yang hidup ratusan tahun beda jaman dengan Tuhan Yesus. Jadi untuk apa orang Kristen percaya pada kitab² non kanon yang tidak jelas dasar² sumber primernya. 

Rumah dari Yohanes (Markus) ini adalah gereja pertama Yesus, rumah yang Yesus pilih untuk merayakan Paskah -Nya. Bahkan rumah itu jadi tempat 'persembunyian' ketika para rasul ketakutan saat peristiwa penyaliban Yesus. Tapi rumah itu pula akhirnya jadi triger pemicu keberanian para rasul untuk menyebarkan karya penyelamatan Kristus ke seluruh dunia, setelah peristiwa Pentakosta. 

Yohanes (Markus) pun sama seperti rasul yang lain pergi mengabarkan karya penyelamatan Yesus Kristus dengan caranya, dia menuliskan karya -Nya yang kelak kita kenal menjadi Injil kanonik yang semua orang Kristiani gunakan. 

Dia menjadi martir di Aleksandria, sebuah kota di wilayah Mesir. Dimana jadi salah satu kota penting dalam sejarah Kekristenan, selain kota² lain seperti Antiokia, Konstantinopel / Byzantium, Roma, dan Yerusalem. 

Dia juga adalah Paus I Aleksandria: St. Markus, yang saat ini tonggak kerasulannya dilanjutkan oleh Paus Tawadros II (Patriarkh Alexandria). 

Mungkin itu informasi yang bisa ditambahkan untuk menjelaskan sekaligus membuat kita semakin mengenal tokoh² Alkitab, dalam hal ini adalah Markus Sang Penginjil. Orang Kristen harus tahu banyak soal sejarah agamanya, supaya tidak mudah dibohongi orang² yang tidak paham sejarah hanya untuk mengecoh iman. Kecuali memang agama yang diimaninya lahir atas dasar manipulasi, sehingga perlu dilindungi terus-menerus. -cpr

#onedayonepost
#katekese
#tokoh
#markus

Posting Komentar

0 Komentar