Postingan kali ini juga sebenarnya masih ada satu genre dengan postingan lalu, soal melawan hoaks. Tapi kali ini diambil dari kisah Perjanjian Lama. Namun kisah ini tidak ada di Kitab kanon Perjanjian Lama, hanya saja nama tokohnya digunakan, yaitu Abraham.
Baca juga: Melawan Hoaks Sepanjang Masa
Btw, ini juga mirip² dengan kisah dari Perjanjian Baru, soal remaja yang tidur di dalam goa, yang terbangun beberapa tahun kemudian, yang mana kisah itu diadopsi oleh keyakinan yang lahir pada abad ke-6. Iya itu seperti biasa kisah² yang lahir lebih dulu dicomot-comot disematkan di Kitab Suci yang katanya datang dari langit, padahal ditulis dari diktean seseorang yang tak pandai menulis hanya pandai bersilat lidah, mengambil semua hal yang dia ketahui, padahal yang diketahui itu sumbernya skunder.
Baca juga: Melawan Hoaks Sepanjang Masa (Part 2)
Pernah saya bahas soal ini pada postingan sebelumnya. Kenapa saya singgung lagi, untuk membantu orang muda kita menghadapi kaum² mualaf yang sering sok tahu soal iman Kristen padahal pengetahuannya nol besar.
Pembahasan kali ini adalah soal kisah seorang nabi bernama Ibrahim yang katanya dilemparkan ke dalam api, ketika beliau itu tengah menentang kaumnya yang melakukan penyembahan berhala.
Kisah adoptif ini dituliskan dalam kitab yang dipercaya datang dari langit, katanya, yaitu ada di dalam Surah Al-Anbiya 21:69. Kalian bisa cari tahu sendiri kisahnya secara utuh, itu hanya perikop yang diambil yang mengisahkan apa yang sedang dibahas.
Seperti diketahui, nama Ibrahim ini merupakan nama adoptif seorang nabi besar di tanah Yahudi yaitu Abraham, beliau adalah Bapa Segala Bangsa dan dicatat dalam kanon Kitab Kejadian dalam teologi Kristen. Jika dalam teologi Yahudi yang lebih awal tercatat di dalam Kitab Bereshit, merupakan bagian pertama dari Taurat.
Sebenarnya menurut kanon Kitab Suci baik di dalam Taurat, bahkan di seluruh Tanakh dan Alkitab Kristen yang digunakan saat ini, kisah yang disebutkan di atas tidak ada. Kisah itu dianggap bukan kisah kanon. Lalu mereka itu ngadopsi dari mana sih?
Maka dari itu, postingan kali ini akan memberikan gambaran dari mana asalnya. Jika dilihat dari time line lahirnya kisah tersebut, maka akan sangat masuk akal keyakinan yang lahir abad ke-6 ini mengadopsi kisah ini, walaupun jelas tidak diakui demikian. Mana ada yang mau mengaku apa yang telah ditelanjangi secara nyata, wong udah kadung dipercaya sampai saat ini, malu lah, jadi mending ngeyel dan ngotot itu benar² datang dari langit.
Jadi, kisah 'dongeng' soal Abraham yang dibakar ini sudah ada jauh sebelum Islam itu lahir, tolong dibaca lagi yang saya garis bawahi ini: kisah ini sudah ada jauh sebelum Islam lahir. Sudah jelas sekali, mereka yang mengaku-aku adalah berarti mengadopsi cerita, mengklaim kisah 'dongeng' ini sebagai wahyu pribadinya.
Kisah ini muncul dalam Midrash, sekitar abad 2 - 6 M. Midrash itu apa?
Midrash adalah kumpulan tafsir dan legenda rabi. Rabi ya guru Yahudi. Seperti Yesus kan dipanggil rabi oleh murid-murid-Nya.
Catatan yang mengisahkan tentang 'dongeng' ini ada dalam Genesis Rabbah 38: 13. Genesis Rabbah merupakan kumpulan tafsir, komentar dan pengembangan cerita yang disusun oleh para rabi dalam tradisi Yudaisme Rabinik sekitar abad 4 - 5 M. Lalu kemudian dalam Talmud, sekitar abad 3 - 6 M. Dimana narasi tentang 'dongeng' Abraham ini berkembang dalam Midrash. Selain itu dalam Targum Pseudo-Jonathan, kisah 'dongeng' ini diperluas kembali. Targum adalah terjemahan plus tafsir. Targum ini berkembang pada masa Yudaisme Rabinik yaitu komunitas agama yang muncul setelah Kekristenan lahir.
Untuk memahami sejarah yang time line, supaya memahami jalur sejarah, pahami alurnya dibawah ini:
📜 Penulisan Kitab Kejadian terjadi pada kisaran tahun 1000 - 400 SM (di sini kisah tentang Abraham tidak ada kisah soal dibakar di dalam api)
📜 Dalam Midrash, Talmud terjadi pada kisaran tahun 200 - 600 M (lebih muda lagi tahunnya dari yang sebelumnya, mulai berkembang itu 'dongeng' soal Abraham dan api)
📜 Dalam Al-Quran, muncul 610 - 632 M (mulai itu muncul kisah serupa yang sudah ada sebelumnya di Midrash, Talmud, dikisahkan kembali sebagai wahyu dari "allah")
Meski begitu karena yang mengadopsi ini tidak paham betul soal kitab² yang ada sebelimnya karena ybs. tidak bisa baca dan tulis, hanya berdasarkan ingatan dari kisah yang pernah diperdengarkan padanya, maka kisah Ibrahim yang diciptakan ini tidak sepenuhnya detail, nama Raja Nimrod yang pada kisah aslinya disebut itu tidak tersebut secara nyata, lalu kemudian soal nama tempat 'Ur Kasdim' pun tidak disebutkan. Alhasil kisah Ibrahim ini dikisahkan hanya diresume, diringkas, langsung ke pokok teologisnya, mengajarkan 'ketauhidan'.
Jadi kesimpulan yang jadi inti pembahasan postingan ini: kisah yang saat ini dipercaya sebagai wahyu, ternyata sudah ada lebih dulu sebelum wahyu abad ke-6 itu turun, bahkan kisah yang lebih dulu ada itu jauh lebih lengkap dan detail, dibandingkan wahyu yang katanya datang dari langit. Wahyu yang datang itu dirangkum dan lebih ringkas daripada kisah aslinya.
Jadi apakah kamu masih mau percaya dengan kisah 'dongeng' saduran ini?
Siapa yang lahir lebih dulu, ayam atau telur? Mereka akan menggunakan cara ini untuk membenarkan apa yang mereka yakini, padahal sudah jelas bukti time line sejarahnya. Sama seperti ketika sudah ada keterangan bahwa ayam itu lebih dulu ada daripada telur, mereka akan tetap berkutat pada perdebatan ayam atau telur lebih dulu.
Kira² begitulah analogi yang bisa menggambarkan apa yang dibahas postingan ini, saya memang langsung mengarah ke hal tersebut.
Akuilah bahwa apa yang kamu yakini itu adalah kisah skunder, karena kisah primernya lebih dulu ada sebelum kamu lahir, jadi akuilah itu. -cpr
#onedayonepost
#timelinesejarah
#informasi
#kisahsaduran
#budaya

0 Komentar
Tinggalkanlah jejak dengan berkomentar, maka saya akan berkunjung balik.
Jangan lupa difollow ya.
Terima kasih, berkah dalem. GBU