Melanjutkan dan menambahkan penjelasan bagaimana melawan 'hoaks sepanjang masa' dari postingan sebelumnya, soal pernyataan yang sering mengatakan bahwa Yesus tidak mati, melainkan diserupakan dengan orang lain.
Kita saat ini tahunya bahwa statement ini lahir dari mereka non Kristen, yang percaya dan memelihara kisah halu ini hingga saat ini. Tapi tahukah dari mana asal muka kisah halu ini? Sedangkan mereka saja baru lahir pada abad ke-6, dari mana mereka ini mempercayai kisah halu dan lalu kemudian dibukukan menjadi kitab suci (kisah adopsi soal penyaliban ini tertulis dalam Surah An-nisa 4: 157) dan diyakini sebagai suatu 'kebenaran' bagi mereka.
Tapi tahukah ternyata yang sebenarnya kisah ini muncul dari abad ke-2, Baru-baru setelah apa yang terjadi sebenarnya. Dimana kisah halu ini disebarkan oleh kelompok gnostik, yang memang punya pemahaman: bahwa dunia fisik itu jahat, tubuh itu rendah, dan Tuhan tidak mungkin menderita secara fisik. Karena itulah mereka mengubah kisah nyata menjadi halu sesuai dengan pemahaman keyakinan mereka.
Bagi mereka kisahnya yang terjadi adalah: Yesus tidak benar-benar disalibkan, yang disalibkan adalah Simon dari Kirene, Yesus 'menukar rupa' atau membuat orang lain terlihat seperti dirinya, dan kemudian Yesus menertawakan mereka dari jauh.
Jika menelaah kisah halu ini, pada dasarnya mereka percaya bahwa Yesus sungguh ada, Simon dari Kirene itu ada, dia adalah orang yang ada dekat dengan Yesus yang ikut membantu memanggul salib Yesus ketika itu. Sehingga karakter ini yang dipakai untuk mendukung kisah halu yang dibuat, Yesus mereka percayai punya kemampuan Ilahi menukar wajah. Ini artinya secara gak langsung mereka mempercayai Keilahian dan kemampuan Yesus dan memang kejadian penyaliban itu benar terjadi. Hanya saja, karena mereka punya pandangan bahwa Tuhan tidak mungkin menderita, mereka mencoba menyesuaikan kisahnya agar sesuai dengan yang mereka yakini.
Mereka tidak percaya kasih Tuhan itu nyata, tidak sekedar diucapkan, tapi ditunjukan dan dibuktikan secara nyata. Tuhan itu bukan sekedar angan² gambaran kosong yang tak terlihat, tapi bisa berinteraksi dengan kita manusia.
Inilah dasar yang baik untuk melawan hoaks sepanjang masa yang dipelihara untuk mengamankan keyakinan adopsi. Karena jika kisah adopsi ini dibeberkan masif itu akan membuat kebenaran yang sesungguhnya akan jadi kabur, membuat orang bingung, bahkan orang Kristen yang pengetahuan nya cetek akan mudah terkaburkan akhirnya dia sendiri gak yakin dengan apa yang diyakini dan lebih percaya pada kisah adopsi yang dipelihara ini.
Untuk itu saya dengan postingan diblog ini selalu mengangkat hal² sensitif untuk meluruskan kebenaran kisah yang sesungguhnya, sumber primer yang paling primer, bukan sumber skunder yang ternyata itu adalah kisah 'dongeng' bahkan kisah hoaks yang dibuat oleh kelompok Gnostik.
Nah jadi artinya kisah yang diadopsi menjadi wahyu dalam kitab suci abad ke-6 itu diadopsi dari kisah yang diciptakan komunitas Gnostik untuk mendukung keyakinan komunitasnya lalu dicomot atau diadopsi menjadi kisah wahyu yang datang dari langit.
Masih yakin percaya dengan kisah adopsi?
Pelajari sejarahnya, maka kamu akan tahu mana kisah asli dan mana yang asal comot atau adopsi. Cari tahu sumber primernya maka kamu akan tahu apa yang kamu yakini itu benar atau sekedar wahyu asal comot.
Sebelum marah, pahami dulu sejarahnya, siapa yang lebih dulu lahir dan punya cerita yang sebenarnya, jika cerita anda serupa dengan cerita yang sudah lebih dulu ada, apa gak malu mencak-mencak mengklaim itu cerita anda. Kalau punya malu lebih baik diam dan renungkan dimana kebenarannya. -cpr
#onedayonepost
#informasi
#sejarah
#iman
#lawanhoaks
#kisahadopsi
#maincomot

0 Komentar
Tinggalkanlah jejak dengan berkomentar, maka saya akan berkunjung balik.
Jangan lupa difollow ya.
Terima kasih, berkah dalem. GBU