Aku Lebih Memilih Tuhanku daripada Jodoh Diluar Kristus

Hari ini saya dapat penawaran menarik, penawaran jodoh dunia vs iman ku. Mana yang saya pilih?

Jadi sebelumnya saya cerita disebuah postingan diblog saya yang lain, dimana di sana saya ditawar-tawarkan kepada teman² nya, bahwa saya sedang mencari jodoh. Saya ditawarkan kepada wanita² yang juga sedang mencari pasangan hidup. Jujur saya hargai niat baik teman saya, karena dia tahu masalah percintaan yang saya hadapi.


Tapi yang jadi persoalan adalah wanita yang dikenalkan adalah berbeda iman dengan saya. Narasi iklannya bahwa saya bersedia pindah. Kacau juga sih narasi iklannya, tapi saya biarkan dulu, sampai akhirnya tawaran itu datang.

Dialah penyelamatku, tak akan ku khianati Dia, sekali Katolik tetap Katolik, walau harus menderita terus karena cinta

Saya tegas memutuskan tidak bisa, saya fokus pada apa yang saya perjuangkan saat ini, meski harus berdarah-darah. Ini kesempatan saya memperbaiki relasi saya dengan Tuhan saya, ketika saya mampu mencintai Tuhan saya dengan total, saya percaya Dia pasti berkenan merestui apa yang saya perjuangkan (dengan konteks bukan memaksa). Karena sebelum mencintai ciptaan Nya, hendaknya kamu mencintai Penciptanya terlebih dahulu.

Kembali ke topik tadi di atas. Iya jadi teman saya ini mengajak saya untuk mencoba jalani kisah cinta yang baru, dengan memulai mengenal orang baru (yang beda iman dengan saya).

Saya mengatakan tidak, karena saya mau fokus saja pada cinta kedua (ketiga) ini, saya mau melanjutkan perjuangan berdarah ini, menunggu waktu Tuhan, sambil saya mempersiapkan diri untuk jadi pribadi lebih baik, jadi calon kepala keluarga yang layak dan pantas, dalam iman saya.

Saya tak akan pernah menggadaikan Yesus yang sudah sengsara dan wafat di salib hanya untuk manusia. Saat ini saja saya sudah mengabaikan Nya, dengan lebih fokus total mencintai makluk ciptaan Nya saja, seharusnya saya fokus mencintai Tuhan Sang Pencipta lebih dulu. Dan memang sejak awal saya hanya mau menjalani hubungan dengan yang seiman (Katolik) saja. Saat inilah yang saya perjuangkan. Meski saya harus menunggu (lagi).

Saya akan tetap Katolik sampai saya mati nanti. Memang banyak orang yang pindah keyakinan, dan katanya lebih damai, banyak artis² besar yang pindah keyakinan dengan alasan lebih menemukan kedamaian dll., saya berpikir justru mereka tidak menjalani keyakinan sebelumnya dengan baik.


Karena Yesus yang saya imani ini, nantilah yang akan datang kembali menjemput semua umat manusia. Dialah yang akan datang sebagai Raja di akhir jaman. Lalu buat apa saya cari perantara orang lain, jika Yesus sendiri yang saya imani saat ini yang akan datang nanti. Bukankah suatu kesia-siaan?

Banyak hal yang Yesus sampaikan bahwa memang ada domba² dari kawanan lain yang harus Dia tuntun. Atas dasar itu pula, saya yakin, saya ada dikawanan yang benar, Yesuslah Gembala yang Baik.


Jadi, jika diiming-iming wanita yang lebih mencintai saya, saya tak perlu bersusah-susah sakit hati, menderita karena cinta, saya akan tetap memilih menderita, tapi tetap bersama Yesus. Titik, itulah prinsip hidup saya sampai akhir hayat.

Lahir sebagai pengikut Kristus, dibabtis, saya mendapat berkat ekaristi komuni kudus, saya diurapi sakramen khrisma, dan nanti jika Tuhan menginjinkan saya siap diutus jadi keluarga kudus, untuk membimbing anak² saya dekat pada Kristus pula. Itu perjuangan saya, perutusan saya yang akan saya jalani walau berat.


Lagi pula, jika saya mencoba pun, akan kasihan bagi si wanita, menjalani kesia-siaan, karena saya tetap pada prinsip saya. Kemudian, saya pun tidak boleh mengambil hak orang lain. Ada hak orang lain di sana.

Berkaca pada kasus Israel vs Palestina, dimana Israel selalu berusaha mengambil yang bukan haknya. Meski dulu itu tanah yang dijanjikan, tapi jaman sudah berubah, kini mereka harus berbagi, dan janganlah mengambil yang bukan lagi hak mu. Masih banyak tanah Kanaan yang bisa dimanfaatkan, berbagilah, toh Allah Yahwe mengajarkan hal yang baik, bukan keserakahan?


Ini sharing iman saja si. Saya juga bukan pengikut Kristus yang baik, saya banyak dosa, dosa berat yang saya tanggung saat ini soal dosa kemurnian. Saya sedang berusaha memperbaiki diri, untuk kembali memurnikan diri ini, supaya layak dan berkenan pada Tuhan. Mencintai Tuhan lebih dulu, siapkan diriku untuk ciptaan Nya yang akan mengisi hidup ku.

Akan selalu kubawa orang yang aku perjuangkan itu (MVA) selalu dalam doa, dalam perjuangan ku, selalu sertakan Tuhan dalam setiap usaha ku.

Ini sharing, alasan kenapa saya tetap memilih Yesus daripada jodoh dunia yang ditawarkan pada saya. Teguhlah dalam iman, jangan kalahkan iman mu hanya untuk cinta dunia. $cocoper6

Posting Komentar

0 Komentar