Meskipun saya kini bukan lagi Katolik, tapi saya masih suka dan senang mencari tahu seputar katekese Katolik, karena saya mengelola blog ini sehingga kewajiban untuk terus mengisi blog ini dengan banyak informasi seputar iman Katolik secara khusus dan Kekristenan secara umum.
Pekan ini kita masuk dimana prosesi Tri Hari Suci, dimana di dalamnya ada Jumat Agung. Waktu dimana kita semua umat Kristiani di seluruh dunia diajak mengenang kembali, flashback kembali atas pengorbanan Yesus Kristus, Putera Allah Yang Maha Tinggi. Dia rela sengsara, wafat dan nanti bangkit untuk menebus dosa kita semua. Dia menunjukan cinta sejati dengan 'pengorbanan' di kayu salib.
Ada hal² yang perlu kalian ketahui dari Jumat Agung, apa saja itu? Mari kita bahas pada postingan kali ini:
#1 Altar seperti 'ditelanjangi'
Ini merupakan lanjutan prosesi yang terjadi pada Kamis Putih, dimana diakhir misa, ada prosesi dimana seluruh pernak-pernik di altar dibersihkan, diturunkan. Seperti 'taplak', salib, lilin, pernak-pernik yang umum ada di altar diturunkan, sehingga altar nampak hanya meja saja, seperti 'ditelanjangi'.
Baca juga: Penyaliban Itu Hukuman yang Sangat Hina
Tradisi ini dalam bahasa Latin disebut Denudatio Altaris. Altar adalah simbol Kristus. Pada saat prosesi sengsara Yesus, sebelum Yesus dipaku di salib, Yesus ditelanjangi.
Jadi ini melambangkan momen spolatio yaitu momen saat pakaian Yesus ditanggalkan dan martabat-Nya dihinakan.
#2 Imam yang merebah di altar
Momen ini dalam bahasa Latin disebut prostratio. Prosesi ini bukan sekedar prosesi biasa saja, tapi melambangkan kehancuran hati manusia di hadapan Allah, karena kata-kata tak lagi cukup tapi hanya tubuh yang bisa menyembah sepenuhnya.
#3 Tarbenakel kosong
Setelah selesai Ekaristi Kamis Putih, seluruh altar kan seperti 'ditelanjangi', tabernakel juga jadi salah satu yang ikut dikosongkan. Tabernakel dibuka lebar² untuk menunjukan bahwa di dalamnya kosong. Kondisi ini istilah dalam bahasa Latinnya : Tabernaculum Vacuum.
Kondisi ini terjadi adalah masa satu kali dalam setahun. Situasi ini melambangkan kekosongan perasaan para rasul yang kehilangan arah saat Yesus ditangkap, disiksa hingga wafat di salib.
#4 Penghormatan Salib
Prosesi ini dalam bahasa Latin disebut Adoratio Crucis berarti penyembahan Salib. Tapi ada hal yang perlu diketahui dan sering disalahkaprahi sesama umat Kristiani, orang Katolik tidak menyembah benda mati. Tetapi kita diajak untuk menghormati "tahta kemenangan".
Gereja Katolik menyebutnya Lignum Crucis yang berarti 'kayu yang menghidupkan'. Karena dari kayu penyiksaan inilah karya penyelamatan dunia datang.
#5 Jumat Agung bukan misa tapi ibadat
Ini sudah sering disampaikan 2-3 tahun terakhir kira² tahun 2021 - 2023, dimana sering berulang kali disampaikan Jumat Agung itu tidak ada misa atau Ekaristi.
Secara teknis pada Jumat Agung meski ada pembagian komuni kudus tapi itu tidak dilakukan konsekrasi, konsekrasi Komuni kudus sudah dilakukan pada Kamis Putih. Jadi di Jumat Agung yang terjadi adalah Passio Domini atau 'Perayaan Sengsara Tuhan', disebut juga sebagai 'Ibadat Sabda'.
Gereja sengaja menghentikan perayaan Ekaristi pada saat Jumat Agung, untuk menunjukan apda kita umat Katolik betapa luar biasanya hari ini (baca: Jumat Agung), sampai prosesi yang paling suci sampai dihentikan pada hari ini.
#6 Masa Keheningan Agung
Seusai ibadat Jumat Agung keheningan tetap terasa dan diciptakan, karena masih masuk dalam suasana Silentium. Ini bukan sekedar diam tapi keheningan suci untuk menghormati wafat Tuhan.
Yang harus dilakukan adalah menjaga ketenangan batin, mengurangi bicara yang tidak perlu, meniadakan kegadungan dan hiburan duniawi. Seolah-olah kita tengah ikut masuk ke dalam masa berkabung, masuk ke dalam makan Yesus, menanti dalam doa dan refleksi hingga fajar Paskah tiba.
#7 Misteri nubuat dalam Passio
Kita semua tahu dalam ibadat Jumat Agung dibaca kisah sengsara dan bacaan² Alkitab yang lebih banyak dari umumnya ibadat.
Dalam bacaan Passio kita mendengar lantunan Passio dari ayat Alkitab, seruan Yesus kepada Bapa-Nya: "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?"
Bagi orang non Kristen menganggap ini sebagai seruan keputusasaan, seruan bahwa Yesus itu sama seperti manusia biasa. Tapi itu salah, karena mereka tidak tahu apa yang Yesus serukan adalah kutipan ayat dari Mazmur 22. Sebuah ayat atau nubuatan yang ditulis Daud ribuan tahun lalu sebelum Yesus lahir. Dengan Yesus menyerukan demikian, Yesus tengah menggenapi rencana karya keselamatan Allah tepat seperti apa yang tertulis.
Itu hanya salah satu contoh ayat saja, ada banyak hal yang tergenapi dari nubuat nabi² sebelumnya. Kita pun bisa merasakan suasana bahwa "ternyata benar nubuatan orang terdahulu di Alkitab tergenapi oleh Yesus Kristus, bahwa Allah menyelematkan manusia itu bukan sekonyong-konyong, tapi adalah sebuah rencana panjang sejak semula manusia jatuh ke dalam dosa hingga selama-lamanya."
Semoga ini bisa menjadi bahan perenungan mengenal dan memahami Gereja Katolik dan prosesi yang dilakukan dalam oktaf Paskah, yang tidak dialami oleh gereja Kristen lainnya. Sekaligus menambah keragaman serba-serbi Gereja Kristus itu sendiri.
Selamat beribadah Jumat Agung, Tuhan memberkati kalian semua, diam, berefleksi dan berkontemplatif dalam doa, berkah dalem. Amin. -cpr
#onedayonepost
#jumatagung
#katekese
#informasi


0 Komentar
Tinggalkanlah jejak dengan berkomentar, maka saya akan berkunjung balik.
Jangan lupa difollow ya.
Terima kasih, berkah dalem. GBU