Rabbi Hilel, begitulah namanya dikenal. Dia dikenal juga dengan sebutan 'Hilel yang Tua' atau dalam bahasa Inggris 'Hilel The Elder'.
Menurut tradisi, Rabbi Hilel diketahui lahir di Babilon, sekitar tahun 110 - 70 SM dan meninggal pada kisaran tahun 8 - 10 M. Rabbi Hilel berasal dari keturunan suku Benyamin dari pihak ayahnya dan suku Yehuda dari pihak ibunya. Tidak ada informasi jelas mengenai kedua orang tuanya. Hanya ada catatan, diyakini orang tuanya bernama Gamaliel.
Rabbi Hilel ini hidup pada masa Raja Herodes Agung (Herodes I) dan Kaisar Romawi Augustus. Hilel hidup dan mengajar di Yerusalem, sehingga namanya dikenal pada jaman Yesus, walaupun tidak terlibat langsung dalam tokoh² yang andil dalam proses kisah sengsara dan wafat Tuhan Yesus. Rabbi Hilel sudah hidup pada masa Yesus belum lahir.
Tapi pada kisah selanjutnya, cucu dari Rabbi Hilel adalah Rabbi Gamaliel, itu adalah guru dari Saulus/ Paulus, salah¹ orang Yahudi yang sangat keras awalnya memusuhi pengikut Yesus, tapi akhirnya dipilih Yesus sendiri menjadi pewarta ke orang² di luar Yahudi yang kita kenal saat ini sebagai St. Paulus.
Rabbi Hilel punya pandangan yang sedikit berbeda dengan kolega sesama rabbi pada masa itu, yaitu Rabbi Shamai. Rabbi Hilel cenderung lebih santai dan bebas dalam hal intepretasi terhadap hukum² Taurat dan tradisi² nya.
Ada sebuah kisah yang diyakini orang² pada masa itu dan masih dikisahkan saat ini. Ada orang asing yang ingin menganut keyakinan Yudaisme (Yahudi), ketika dia bertemu dengan Rabbi Shamai, Rabbi Shamai mengusirnya karena hal² yang tidak masuk akal menurutnya. Lalu kemudian, orang asing ini bertemu dengan Rabbi Hilel, seiring waktu orang asing ini berhasil dituntun dengan sabar oleh Rabbi Hilel hingga akhirnya memeluk Yudaisme (Yahudi).
Karakter Rabbi Hilel ini pada akhirnya menurun ke murid-muridnya. Dikenal murid-muridnya punya keluwesan dan kesabaran seperti gurunya. Diketahui Rabbi Hilel punya sebuah tempat pengajaran yang dikenal sebagai Beit Hilel.
Rabbi Hilel dikenal mempunyai pandangan atau pernyataan yang terkenal pada masa itu:
"Jika aku bukan aku sendiri, siapa yang akan menjadi aku? Dan bila aku untuk aku sendiri, siapa aku? Dan jika bukan aku sekarang, kapan?"
Ada pula pernyataannya yang dikenal dengan istilah 'Aturan Emas': "Bahwa apa yang merupakan kebencian bagimu, jangan lakukan terhadap sesamamu. Itulah seluruh Hukum Taurat, sisanya adalah penjelasan, pergi dan pelajarilah!"
Ajaran Rabbi Hilel yang tercatat dalam Pirkei Avkot (kompilasi ajaran etika dan pepatah rabbinik Yahudi), menekankan pentingnya perdamaian, harga diri, tanggung jawab bersama, dan urgensi tindakan.
Selain itu Rabbi Hillel memberikan dua kontribusi penting bagi Yudaisme. Ia sebagai pencipta tannaim (para rabbi). Tannaim menafsirkan Taurat selama 210 tahun berikutnya, hingga Mishna selesai. Ia juga membagi hukum lisan menjadi enam bagian yang menyediakan kerangka kerja bagi tannaim untuk melengkapi mishna. Selain itu, ia menetapkan tujuh middot , atau ukuran, untuk mempelajari Talmud. Aturan-aturan ini digunakan hingga saat ini untuk mempelajari Talmud.
Rabbi Hilel juga merupakan anggota dari Sanhedrin yang dipimpin oleh Rabbi Shamai.
Penerus dari Rabbi Hilel setelah sepeninggalnya adalah anaknya Simeon, dan kemudian dilanjutkan oleh cucunya Gamaliel yang kelak dikenal sebagai guru dari Saulus.
Diketahui Rabbi Hilel wafat dan dimakamkan di Meron, Israel (saat ini). Tepatnya berada di wilayah Israel Utara. Dalam Alkitab, Meron disebutkan sebagai tempat kemenangan Yosua atas raja² Kanaan. Diketahui Rabbi Hilel ini hidup hingga usia 120 tahun, sama seperti Musa, Yohanan ben Zakkai, dan Rabbi Akiva.
Segitu saja deh pembahasan terkait seorang tokoh penting Yahudi, yang disegani dan didengarkan banyak orang Yahudi saat itu. Nanti kita lanjutkan pembahasannya ke tokoh Israel lainnya, dimana masih ada pembahasan lainnya.
Sampai jumpa dipostingan berikutnya, membahas seputar² apapun yang ingin saya bacakan.
#onedayonepost
#informasi
#bungur

0 Komentar
Tinggalkanlah jejak dengan berkomentar, maka saya akan berkunjung balik.
Jangan lupa difollow ya.
Terima kasih, berkah dalem. GBU