Kelanjutan Kisah Simon Si Penyihir yang Berujung pada Kematian Rasul Petrus dan Paulus

Saya mau melanjutkan kisah sebelumnya yang pernah says ceritakan diblog saya yang lain, di sana saya mengisahkan sosok Simon Magus, seorang penyihir yang bertobat 'palsu' hanya untuk mendapatkan kemampuan mukjijat seperti yang diperoleh para rasul untuk dipergunakan untuk kepentingan pribadi. 


Perdebatan dengan Rasul Petrus dikisah itu ternyata berlanjut sampai akhirnya itu menjadi salah satu penyebab kematian dari Rasul Petrus, begitu kisahnya dari tradisi Gereja Ortodoks yang saya peroleh dari sosial media @orthodoxdiaryindo.

Postingan aslinya akan coba saya sajikan diakhir postingan ini ya, ditunggu saja, gimana kisahnya mari kita simak. 

Ilustrasi gambar disiapkan oleh chatgpt

Jadi setelah Simon Magus ini ditegur dengan teguran keras oleh Rasul Petrus, perilaku Simon ini makin menjadi-jadi, dia menjadi semakin akrab dengan dunia sihir yang telah dia tekuni selama ini. 

Niat bertobatnya ternyata hanya palsu, karena kekaguman pada mukjijat semata, tapi bukan pada inti dari kekaguman pada Kuasa Allah, melainkan pada kuasa lain (baca: iblis). Simon ingin membeli Roh Kudus. 

Ketika Rasul Petrus berada di Antiokhia, dia mendengar sepak terjang Simon ini, Rasul Petrus lalu mencarinya hingga sampai ke Roma. Di Roma ternyata Rasul Petrus bertemu dengan Paulus, di sana mereka saling berkolaborasi untuk menghadapi Simon ini, hingga perdebatan mereka jadi atensi Kaisar Nero, bahkan mereka berdebat di depan Kaisar. 

Di sana justru si Penyihir ini malah memamerkan kemampuan sihirnya di hadapan Kaisar Nero dan rakyat Roma saat itu, dia berdiri di atas menara dan melayang terbang dari sana. 

Melihat hal itu, Kaisar Nero justru meledek Rasul Petrus dan Paulus, "Kalian telah dikalahkan,  dan telah menjadi gila."

Rasul Petrus pun menjawab: "Sekarang engkau akan tahu bahwa kamu tidak gila"

Dengan keyakinan teguh Rasul Petrus menantang Simon penyihir. 

"Aku bersumpah kepadamu, engkau malaikat-malaikat setan yang membawa dia ke udara, untuk menipu hati orang-orang yang tidak percaya, demi Allah yang menciptakan segala sesuatu, demi Yesus Kristus, yang pada hari ketiga telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati bukan lagi untuk menahan Dia,  melainkan untuk melepaskan Dia. Dan seketika itu juga, setelah dilepaskan, Dia jatuh ke tempat yang disebut Sacra Via, yaitu Jalan Suci, dan terbagi menjadi empat bagian, binasa karena nasib yang buruk."

Seketika itu juga Simon penyihir terjatuh dan kakinya pengkor dan cacat permanen. Nah inilah yang memicu Kaisar Nero menghukum Rasul Petrus, menyalibkannya dan untuk Paulus dengan cara memenggal kepalanya. Karena Rasul Petrus bukan warga Romawi sehingga dihukum dengan disalibkan, sedangkan Paulus dianggap sebagai warga Romawi sehingga mendapatkan hukuman demikian. 

Tidak banyak yang mengetahui kisah ini, Gereja Ortodoks masih mewarisi tradisi ini, memberikan jawaban dan penjelasan bagaimana Rasul Petrus wafat sebagai martir, dan Paulus yang juga wafat sebagai martir karena dipenggal kepalanya pada pemerintahan Kaisar Nero. 

Itu kenapa Gereja merayakan hari raya kedua orang kudus ini pada waktu yang bersamaan, meski tidak ada kepastiannya namun diperkirakan mereka wafat sebagai martir pada saat yang berdekatan, dipicu oleh peristiwa yang tadi dikisahkan. 

Kisah seperti ini tidak akan mungkin diketahui oleh Gereja yang mengabaikan tradisi, meskipun begitu hal seperti ini sebagai bukti bahwa ajaran akan iman para Rasul pada Kristus Yesus adalah nyata, karena iman mereka itulah bukti kuasa Allah ada menyertai mereka seperti janji yang pernah Dia sampaikan, "Aku menyertai kamu sampai akhir jaman."

Percayakah kamu akan Dia? 

Itulah iman, iman mati tanpa perbuatan. Hendaklah kita tidak mati hanya karena beriman tanpa perbuatan. 

Berikut ini tautan dari sosial media yang jadi sumber postingan ini:
Semoga postingan ini terus ada selama postingan ini terpublish supaya pembaca mengetahui sumbernya berasal dari tradisi Gereja Ortodoks yang masih murni menyimpan kisah² Gereja perdana. 

Semoga bisa menambah wawasan seputar sejarah perkembangan Gereja. Meskipun kisah ini berasal dari tradisi apokrif, namun sangat berakar pada Kristen mula². Tapi satu hal yang perlu diingat orang Kristen itu harus fasih dalam hal sejarah gerejanya, karena Yesus datang sebagai suatu kenyataan, bukan kisah adaptif atau saduran atau karangan meniru kisah yang sudah ada untuk dikemas menjadi suatu dogma teologi baru, seakan-akan itu iman yang baru oleh seorang yang menganggapnya sebagai nabi baru. -cpr

#onedayonepost
#sejarah
#petruspaulus
#simonmagus
#simonpenyihir
#kaisarnero

Posting Komentar

0 Komentar