Mengenal Rasul Paulus (Saulus Sang Anti-Krist yang Bertobat)

Kali ini saya mau membahas soal rasul Yesus Kristus yang lain, bukan rasul mula² yang dipilih Yesus sendiri secara langsung saat karya pewartaan Nya, tetapi justru dipilih Yesus setelah Yesus diangkat ke Surga.

Rasul ini juga dikenal sebagai anti Kristus pada mulanya, tapi pada akhirnya Dia sendiri yang memilihnya menjadi rasul Nya yang mengajarkan iman akan Bapa Nya. Meski begitu, dia ini bukanlah suksesor dari rasul Petrus (Simon) melainkan mereka saling berdampingan mengenalkan Yesus ke dunia yang lebih luas.

Alasan lain kenapa pada post kali ini saya memilih rasul ini adalah setelah membaca kembali post sebelumnya soal rasul Lukas, dimana rasul Lukas merupakan pengikut dari rasul yang akan kita bahas kali ini. Diketahui rasul Lukas merupakan salah¹ penginjil, dimana rasul Lukas dikenal sebagai penulis Injil Lukas dan Kisah Para Rasul, dimana tulisannya sedikit dipengaruhi pandangan dan ajaran Nya yang disebarkan oleh Paulus.


Siapakah dia?

Ilustrasi, ketika Saulus tengah mengalami perjumpaan dengan Yesus saat perjalanan menuju Damaskus. Gambar diambil dari Bing

Dia adalah Saulus, itulah nama aslinya, nama awal sebelum dia bertobat. Nama yang dikenal dan ditakuti oleh para pengikut Kristus pada awal masa Kekeristenan mulai disebarkan.

Saulus merupakan orang yang berasal dari Tarsus. Begitulah dia dikenal, "Saulus dari Tarsus". Diketahui hidup pada masa tahun 3 - 67 masehi.

Saulus merupakan seorang Yahudi dari suku Benyamin, berkebudayaan Yunani (Helenis) dan merupakan warga negara Romawi. Lahir di Kota Tarsus, tanah Kilikia (saat ini berada di wilayah negara Turki bagian tengah selatan).

Saulus besar dan dididik di Yerusalem dibawah asuhan Gamaliel. Pada masa mudanya Saulus hidup sebagai seorang farisi, mazhab yang paling keras dalam agama Yahudi (sangat taat pada Hukum Taurat). Saulus dikenal sebagai 'penganiaya murid-murid Yesus', sebelum dia mengenal Yesus sepenuhnya.

Gamaliel dikenal dengan panggilan Tetua Gamaliel atau Rabi Gamaliel I, merupakan seorang farisi yang merupakan otoritas terkemuka di Sanhedrin. Dia adalah pengajar Hukum Taurat dan guru dari Saulus.

Nah ada hal penting yang perlu dicatat, saya termasuk yang salah kaprah terkait ini. Di atas saya tuliskan, "Saulus merupakan nama aslinya sebelum dia bertobat". Jadi banyak yang menyangka bahwa sebelum bertobat namanya adalah Saulus dan setelahnya jadi Paulus. Ternyata bukan seperti itu konsepnya. Sekalian dijelaskan di sini, supaya setelah ini penyebutannya sudah jelas dan clear, dan tidak salah kaprah lagi.

Saulus merupakan nama Ibrani, yang berasal dari bahasa Ibrani: שָׁאוּל, translit. Sha'ūl‎, sementara "Paulus" merupakan nama Yunani-Romawi, yang berasal dari bahasa Yunani Kuno: Παῦλος, translit. Paũlos atau bahasa Latin: Paulus.

Jadi pada masa itu seseorang punya nama ganda merupakan hal yang wajar, oleh karena bersumber dari dua budaya yang berbeda. Dimana nama Paulus merupakan nama yang diterima karena dirinya berkewarganegaraan Romawi, yang diturunkan dari ayahnya.

Makanya jangan bingung kalau ada orang yang sama dinamai dengan dua nama berbeda, seolah-olah orang yang berbeda padahal sama itu juga orangnya, ini seperti rasul Bartolomeus/Nathanael.



Saulus/Paulus mulai bertobat pada kisaran tahun 33 - 36 masehi, namun bukti catatannya ada pada tahun 34 masehi, mengacu pada salah¹ suratnya. Dimana kisahnya ini sering kita dengar sejak kita sekolah, selalu ada dalam buku pelajaran agama Kristiani baik Katolik maupun Kristen Protestan.

Pertobatannya diawali ketika perjalanannya menuju ke Damaskus. Ketika itu Saulus/Paulus tengah  berkuda menuju Damaskus. Kisahnya ini tercatat dalam kitab perjanjian baru, Kisah Para Rasul 9:1-31, 22:1-22, 26:9-24.

"...berkobar-kobar hati Saulus (Paulus dalam bahasa Yunani) untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar, dan meminta surat kuasa daripadanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem untuk dihukum."

Ketika menjelang dekat kota, tiba² ada cahaya memancar dari langit mengelilingi Saulus/Paulus, cahaya ini sangat menyilaukan. Saat itu kejadiannya tengah hari. Ketika itu Saulus/Paulus tidak sendiri, dia ditemani teman seperjalanannya dan juga mengalami kejadian yang sama.

Kejadian itu membuat Saulus/Paulus ini rebah jatuh ke tanah. Ketika itu pula terdengarlah suara olehnya:
"Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?"
"Sukar bagimu menendang ke galah rangsang."
"Akulah Yesus orang Nazaret yang kauaniaya itu."
"Bangkitlah dan pergilah ke Damsyik. Di sana akan diberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu (apa yang harus kauperbuat)."
"Aku menampakkan diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah kaulihat daripada-Ku dan tentang apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti. Aku akan mengasingkan engkau dari bangsa ini dan dari bangsa-bangsa lain. Dan Aku akan mengutus engkau kepada mereka, untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan."

Suara itu terdengar dalam bahasa Ibrani. Pada saat itu terjadi percakapan diantara Saulus/Paulus dengan suara itu. Yang tercatat di atas adalah suara yang didengarkan oleh Saulus/Paulus ketika itu. Apa yang dialaminya ini juga diceritakan kepada Raja Agripa.

Raja Agripa, dikenal juga sebagai Raja Agripa II, anak dari Raja Agripa I. Merupakan raja ketujuh dan terakhir dari keluarga Herodes Agung. Dikenal juga sebagai Herodes Agripa II. Menurut pakar sejarah modern, Agripa mati sebelum tahun 93/94. Ia merupakan pemimpin terakhir dari dinasti Herodes.

Setelah kejadian itu, mata Saulus/Paulus menjadi buta, tidak bisa melihat sama sekali. Sehingga teman² seperjalanannya harus menuntunnya hingga ke Damsyik (Damaskus). Diketahui Saulus/Paulus mengalami kebutaan temporer selama tiga hari lamanya, dan selama itu dia tidak makan dan minum, dan terus-menerus berdoa. Selama itu dia tinggal di rumah temannya yang bernama Yudas.

Setelah tiga hari, Saulus/Paulus mendapatkan penghilhatan, dimana ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi.

Ananias merupakan murid Yesus yang tinggal di Damsyik (Damaskus).
Pada saat yang sama, Ananias pun mendapatkan penghlihatan dan bercakap dengan suara Tuhan ini.
"Ananias!"
"Ini aku, Tuhan!"
"Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa, dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi."
"Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku."


Setelah itu, Saulus/Paulus dibabtis dan setelah dia makan, pulihlah kekuatannya. Sejak itulah Saulus/Paulus bertobat dan memilih Yesus sebagai jalan kebenaran dan hidupnya.


Pada awal² pewartaannya, Saulus/Paulus tinggal bersama-sama murid² Yesus di Damaskus. Setelahnya Saulus/Paulus pergi pertama ke tanah Arab lalu kembali lagi ke Damaskus.

Dalam pewartaannya, Saulus/Paulus menyebut bahwa Yesus adalah anak Allah. Suatu doktrin yang sangatlah ditentang dikalangan orang Yahudi, dimana itu dianggap sebagai penghujatan, dimana karena itu pula Yesus harus wafat di kayu salib. Karena itu pulalah Saulus/Paulus menganiaya murid² Yesus sebelum pertobatannya.

Setelah tiga tahun pertobatannya, Saulus/Paulus pergi ke Yerusalem sekitar tahun 37 masehi, di sana dia bertemu rasul Yakobus Sadik (saudara sepupu Yesus atau Yakobus anak Alfeus atau dikenal Yakobus kecil. Jika dalam serial Choosen, disosokan sebagai rasul Yesus yang berjalan pincang sambil membawa tongkat) dan tinggal bersama rasul Petrus (Simon) selama 15 hari lamanya.

Dikisahkan pula 14 tahun setelah pertobatanya, Saulus/Paulus kembali ke Yerusalem. Pada akhir masa ini, rasul Barnabas mencari Saulus/Paulus dan membawanya ke Anthiokhia, dan dari sanalah dikenal istilah Kristen sebagai para pengikut Kristen.

Selengkapnya mengenai kisah dari Saulus/Paulus bisa dibaca dari surat² nya yang ada di Alkitab Perjanjian Baru, begitu juga dari Kisah Para Rasul, dari sana kita bisa memahami karya pelayanan Saulus/Paulus ini tentang Kristus Yesus.

Dahulu dia adalah seorang penganiaya Yesus, tapi Yesus justru malah memilihnya dan menugaskanya untuk mengenalkan tentang diri Nya kepada orang² di luar orang Yahudi. Supaya kita yang bukan Yahudi juga ikut mengenal Kristus Yesus. Seperti yang Yesus katakan kepada Saulus/Paulus saat perjumpaan dalam perjalanan ke Damaskus.

"Aku menampakkan diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah kaulihat daripada-Ku dan tentang apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti. Aku akan mengasingkan engkau dari bangsa ini dan dari bangsa-bangsa lain. Dan Aku akan mengutus engkau kepada mereka, untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan."

Secara singkat berikut ini adalah gambaran time line pertobatan Saulus/Paulus yang bisa kita jadikan bahan refleksi, bahwa ketika Tuhan sudah memilih, meskipun dulunya adalah seorang anti-Kristus, malah bisa jadi murid Nya yang meletakan pondasi bagi jemaat Kristiani mula-mula.
+ 34 : pertobatan
+ 37 : kunjungan pertama ke Yerusalem dari Damaskus
+ 46 : kunjungan kedua ke Yerusalem dari Antiokhia (membawa sumbangan untuk bencana kelaparan di Yudea)
+ 47 - 48 : perjalanan missionaris pertama
+ 48 : konsili Yerusalem
+ 49 - 51 : perjalanan missionaris kedua
+ 52 - 57 : perjalanan missionaris ketiga
+ 57 : kembali ke Yerusalem
+ 57 - 59 : dipenjara di Kaisarea
+ 60 - 62 : dipenjara di Roma periode pertama
+ 64 : dipenjara di Roma periode kedua

Tidak tercatat dalam alkitab bagaimana Saulus/Paulus ini wafat. Namun informasi dari tradisi gereja dan catatan-catatan sejarah diperkirakan dia wafat sebagai martir pada masa pemerintahan Kaisar Nero.

Gereja memberikannya gelar orang kudus, yang kita kenal sekarang beliau sebagai Santo Paulus, namanya sering dipakai sebagai pelindung paroki, seperti salah satu paroki di Depok, Paroki St. Paulus, Depok. Banyak juga dipakai dinama gereja lainnya, terutama gereja denominasi Katolik.

Segitu saja bahasan mengenai rasul Paulus, sebenarnya saya sudah pernah merangkumnya beberapa waktu yang lalu, tepatnya April 2021, diblog ini, dan sebelumnya lagi pernah juga dipublish di blog Naturality Channel. Tautannya bisa dibaca di bawah ini.


Sampai jumpa dibahasan tokoh-tokoh gereja lainnya, dimana kita bisa belajar dan memahami bagaimana pertobatan itu, bagaimana Yesus memilih orang yang sakit untuk membuatnya sembuh dan menjadikannya alat Nya untuk mengabarkan kabar sukacita Allah, Bapa Nya. Berkah dalem, salam damai untuk kita semua, Tuhan memberkati selalu. -cpr

#onedayonepost
#tokoh

Posting Komentar

0 Komentar