Iman Kristiani Sering Kali Diserang Begini Caranya Bereaksi

Dalam hidup berbangsa dan benegara di Indonesia ini sering merasakan aneh sendiri, ketika aktivitas beragama yang adalah sebagai hak asasi manusia sering dipaksa oleh keyakinan lain seolah-olah itu bukan hak asasi. 

Mau beribadah sering diganggu, mau mendirikan rumah ibadah padahal tanah beli sendiri pake uang sendiri, gak minta² sama pemeluk agama lain eh gak bisa dibangun, dipersulit bahkan dipersekusi. Lucu! 

Intinya jika Kekristenan sedang berkembang, memperluas dan memperlebar sayap selalu saja ada yang menghalangi. 

Ilustrasi, kondisi kita saat ini, saling ribut satu sama lain soal apa yang diyakini. Ini semua tidak perlu terjadi ketika yang lahir belakangan sadar diri. Masalahnya yang dua sesuai time line sejarah, yang belakangan nyeleneh dengan buat time line sendiri tapi adopsi kisahnya, sudah gitu ngerasa paling bener sendiri tanpa perdulikan yang lahir lebih dulu. 

Padahal ya orang Kristen sendiri bukan tipe orang² yang rese dan ambil pusing ikut campur dengan urusan agama orang lain. Ini jelas dan nampak, orang² Kristen yang berasal dari murtadin rata² lebih memilih diam ketika dia sudah memilih pindah agama, bahkan terkadang jika dia publik figur dan memilih murtadin mereka lebih memilih diam, memilih itu ranah pribadi. Tapi beda ketika statusnya mualaf, wah itu sudah seperti komoditas, ceramah sana-sini bahas agama lamanya, padahal yang dibahas itu tong kosong nyaring bunyinya, informasi salah diumbar sana-sini, belum yang halusinasi, ngaku lulusan 'universitas vatikan', mantan pastor, mantan suster, pernah ini itu, bla-bla-bla, seolah mereka ini dulu orang terpandang diagama lamanya, padahal mah tong kosong nyaring bunyinya. 

Sering sekali iman Kekristenan dan keyakinan Kekristenan diganggu hal² seperti yang saya sebutkan di atas. Umumnya selalu dimulai dari mereka lebih dulu. 

Giliran yang Kristen mulai mencoba membalikan keadaan, memperlakukan hal serupa pada mereka, mereka ini ngamook. Entah, itulah gambaran kehidupan beragama di Indonesia. 

Meskipun ada juga sedikit orang yang bener² memahami perbedaan, mereka memahami kebenaran yang diyakini orang Kristen, dia menyadari bahwa Kekristenan lahir lebih dulu dan memahami time line sejarah yang benar, tapi mereka tetap dengan imannya tanpa mengusik satu sama lain, ada yang demikian tapi sangatlah langka. 

Figur yang layak yang patut dicontoh ya Alm. Gusdur, dia orang yang paling patut jadi contoh seorang yang teguh pada imannya, meski dia juga mengakui iman Kekristenan yang sudah lebih dulu ada daripada iman yang dia anut. 

Dia sadar akan posisi keimanan yang dia anut tanpa merasa benar sendiri. Dia contoh orang yang tahu menempatkan diri ditengah perbedaan. Itu kenapa jika mayoritas dari penganut Muslim seperti beliau, negeri ini akan lebih damai. Dan memeluk suatu agama itu akan sungguh² menjadi hak asasi manusia, tanpa paksaan, mau pindah agama tanpa ketakutan dipersekusi. 

Tapi memang hal ini sangat tidak mungkin terjadi, karena ajaran teologi mereka mengkondisikan demikian. Jika pindah agama itu ada konsekuensi yang sangat keras. Seolah-olah beragama dalam komunitas mereka itu seperti 'dipaksa' bukan sebuah hak asasi. 

Keyakinan mereka dibangun atas pedang, sehingga ketika ada hal yang berbeda tahulah bagaimana mereka menyikapi, agama mereka menurut sejarahnya dibangun dengan perang. 

Baru² ini aja kampanye agama cinta, padahal jelas² Kekristenan lebih dulu yang mengenalkan cinta kasih, belakangan mereka mulai tiru-tiru. Belakangan juga mau mencoba disama-samakan soal jihad dan martir, padahal itu konteks yang berbeda. 

Kenapa sih begitu takut sekali dengan Kekristenan dan berusaha sekali mengusiknya. Apakah takut akan kebenarannya? Itulah yang jadi pertanyaan saya setiap saat. 

Itu kenapa saya dengan blog yang saya buat ini berusaha untuk menjelaskan secara nyata poin² yang sering digunakan mereka untuk menyerang Kekristenan, maka dengan cara mengembalikannta kepada sejarah, untuk menjelaskan semuanya, agar jelas kebenarannya, bukan hanya asal comot, adopsi. Jadi ketika saya menemukan klaim tertentu oleh mereka, saya akan coba carikan kontra sejarahnya, siapa yang lebih dulu ada. 

Tapi jika itu adalah origin teologi atau dogma yang mereka buat dan percayai, itu akan saya terima dengan lapang dada, karena itu original dari keyakinan mereka.

Tapi jika ada sebuah kisah yang lahir dari keyakinan lebih dulu ada dibandingkan mereka lalu 'diarabisasi' itu yang saya tidak bisa terima. Apalagi diakui kalau itu kisah original mereka. 

Jadi blog ini selain berisi katekese untuk iman Kristen, juga sering berisi kontra dari apa yang diyakini oleh mereka sebagai wahyu.

Jika wahyu mereka mengatakan A, saya akan coba cari tahu A itu itu bener² A atau ada yang lebih dulu dari A, jika ada yang lebih dulu dari A, berarti saya anggap itu hanya sekedar 'A', bukan A yang sebenarnya karena ada fakta sejarah yang lebih dulu ada. Saya anggap 'A' adopsi semata. 

Tapi jika A itu origin asli dari yang mereka yakini tanpa ada kisah yang mendahului, itu pasti akan dihormati dan dijunjung tinggi, karya original pasti harus diapresiasi, tapi kalau wahyu adopsi tapi diaku-aku, udah gitu merasa paling benar, itu yang agak mengusik. 

Jadi saya sampaikan permohonan maaf jika ada yang tersinggung dengan bahasan ini, karena memang sudah saatnya dijelaskan mana yang yang benar, mana sejarahnya yang benar, mana yang lebih dulu, supaya gak ada lagi statement main klaim, datang belakangan tapi merasa seperti kaya lahir duluan, udah gitu ngeyel dan ngotot pula. 

Ibarat jelas² dia lahir belakangan dengan label anak bungsu dengan bukti catatan dalam kartu keluarga, tetapi dia berkoar-koar ke luar, ke orang lain bilang kalau dia itu anak pertama dan berkisah dengan apa yang dia tahu. Padahal jelas² bukti catatan sejarahnya ada kalau dia lahir belakangan. Seperti itulah analogi gambaran kehidupan beragama di Indonesia ini. 

Jadi lebih baik menyadari dan instropeksi saja, karena lebih baik damai dan jalani saja aktivitas keagamaan masing-masing dan jangan mengusik satu sama lain.

Beragama adalah hak asasi, jadi kalau mau pindah agama gak perlu dipersekusi, jika sudah pindah pun gak perlu menjelek-jelekan dan sotoy ceramah dengan topik agama lamanya, mendirikan rumah ibadah dimana pun selama ijin jelas dan legal gak perlu dijegal. 

Kalau iman mu kuat gak perlu takut untuk beralih keyakinan, jika kamu yakin jalan yang kamu pilih benar, atau jika gak yakin ya sudah tinggalkan tanpa perlu takut pindah agama, karena beragama itu hak asasi manusia. 

Sekali lagi blog ini memang agak keras membahas hal seperti ini karena memang membantu menambah pengetahuan orang awam Kristen supaya memahami bahwa iman yang dipegangnya saat ini sudah on the track, time line sejarahnya jelas dan bukan kisah adopsi atau saduran yang dipaksakan. -cpr

#onedayonepost
#postingpribadi
#opini
#reaksi
#umum

Posting Komentar

0 Komentar