Setelah kita bahas suksesi apostolik dari St. Andreas dan St. Markus yang membentuk garis suksesi yang jelas dan nyata seperti garis suksesi St. Petrus. Jangan berpikir bahwa yang akan saya bahas ini serupa dengan ketiga rasul ini. Meski ada kesaksian gereja terbentuk oleh penginjilan salah¹ murid Yesus, tapi tidak bisa dipastikan, karena banyak juga catatan² dari tradisi gereja mula² yang mengisahkan murid satu ini menginjil ke beberapa tempat yang lainnya.
Siapakah suksesi apostolik yang akan dibahas kali ini?
Dia adalah rasul Matius, salah¹ dari 12 murid yang Yesus pilih. Seperti yang saya singgung di atas, Matius tidak membuat gereja, Matius pergi keluar Yerusalem untuk menginjil, untuk memberitakan kabar gembira tentang Yesus Kristus.
Menurut tradisi kuno, catatan dari Eusebius, Rufinus, dan beberapa lainnya menyebutkan bahwa Matius menginjil ke beberapa wilayah berbeda, seperti Ethiopia 🇪🇹 / Afrika Timur, Persia / Parthia, Yudea dan Mediterania Timur.
Berbeda seperti yang kita bahas sebelumnya, dimana suksesi garis hirarki nya jelas, dimulai dari rasul hingga diteruskan hingga saat ini. Sehingga tidak bisa dipastikan apakah gereja yang didirikan di tempat tersebut didirikan oleh rasul Matius.
Tapi menurut tradisi, Matius memang tidak mendirikan gereja, tapi kesaksian komunitas gereja yang terbentuk di sana mereka dikenalkan pada Kristus Yesus oleh Matius, murid Yesus itu.
Jadi ada beberapa catatan dari tradisi gereja mula-mula yang mendasarkan atau mengaitkan terbentuknya gereja di sana karena karya penginjilan Matius. Berikut beberapa gereja tersebut:
#1 Gereja Ortodoks Ethiopia 🇪🇹 / Gereja Ortodoks Tewahedo Ethiopia
Menurut gereja ini, catatan tradisi tentang penginjilan Matius sangatlah kuat. Menurut gereja Ethiopia ini, jemaat di sana mengenal Kristus oleh karena Matius murid Yesus. Baru setelahnya komunitas gereja terbentuk di sana.
Secara tradisional tradisi yang mengisahkan penginjilan Matius di wilayah ini sangatlah kuat, dianggap sebagai suksesi apostolik rasul Matius.
Gereja ini merupakan gereja tertua di Ethiopia. Berdiri sejak abad ke-4. Menurut catatan sejarah penginjilan dilakukan oleh St. Frumentius pada 330-an M. Sejak awal gereja ini berada dalam naungan Patriarkh Koptik Alexandria, baru pada tahun 1959 resmi mempunyai Patriarkh nya sendiri. Dipimpin oleh Patriarkh-Katolikos Ethiopia Abune Mathias I (terpilih sejak 2013), merupakan Patriarkh ke-6.
Termasuk ke dalam komunitas Gereja Ortodoks Oriental (non-kalsedonian), karena menolak Konsili Kalsedon (451 M). Dengan teologi Kristologi Myaphysite.
Baca juga: Mengenal Suksesi Apostolik Rasul Andreas
Gereja Ortodoks Tewahedo Ethiopia ini menggunakan litrugi Ge'ez, merupakan bahasa liturgi kuno Ethiopia.
Pusatnya di Medhane Alem Cathedral di Bole, Addis Ababa (merupakan gereja terbesar di Ethiopia. Jemaat dari Gereja Ortodoks Tewahedo Ethiopia kurang lebih 45 - 50 juta orang di wilayah Ethiopia.
#2 Gereja-gereja Timur
Tradisi lainnya mencatat juga gereja² timur seperti Gereja Assyria juga bersumber dari penginjilan rasul Matius. Dicatat bahwa Matius juga menginjil ke Suriah dan Persia.
#3 Gereja Katolik Roma
Meski tidak ada garis khusus suksesi apostolik dari rasul Matius, namun Gereja Katolik Ethiopia yang bersatu dengan Gereja Katolik Roma mengakui warisan misi dari rasul Matius dalam tradisi mereka.
Berbeda dengan Gereja Ortodoks Tewahedo Ethiopia yang lebih kuno, kalau Gereja Katolik Ethiopia ini bisa dibilang Gereja modern yang terbentuk pada abad modern.
Gereja ini terbentuk dari misi Katolik, konggregasi Yesuit yang bermisi di Ethiopia pada abad ke-16.
Tokoh yang dikenal dalam misi tahun 1839 di Ethiopia ini yaitu St. Yustinus de Jacobis yang seharusnya membawa Ritus Latin tapi lebih sering menggunakan Ritus liturgi tradisional Ethiopia, karena itulah banyak disukai imam² di Ethiopia, sehingga mulai terbentuklah Gereja Katolik Ethiopia tahun 1930.
Pendudukan Italia tahun 1936 mengakibatkan pertambahan yuridiksi Ritus Latin. Struktur modern nya terbentuk pada abad ke-20. Dasar teologinya mengikuti Katolik Roma, namun menggunakan liturgi timur. Berbeda dengan Gereja Ortodoks Tewahedo Ethiopia yang menolak Konsili Kalsedon, Gereja Katolik Ethiopia ini menerimanya, teologi Kristologi Dyophysite. Termasuk Gereja Katolik Timur bukan Ortodoks.
Oleh karena kiblatnya memang lahir dari konggregasi Yesuit yang Katolik Roma, maka Gereja Katolik Ethiopia ini berada dalam komuni dengan Paus Katolik Roma.
Gereja Katolik Ethiopia ini dipimpin oleh Metropolitan (Uskup Agung) Addis Ababa, bernama Kardinal Berhaneyeus Demerew Souraphiel, C.M.. Berpusat di Katedral Kelahiran Bunda Maria, Addis Ababa.
Itulah dia kira² hasil dari pewartaan Injil seorang Matius salah¹ dari 12 murid Yesus. Dari yang dijabarkan di atas, yang jelas nyata dan paling mungkin sebagai hasil pewartaan Injil Matius adalah Gereja Ortodoks Tewahedo Ethiopia lah yang mungkin jadi warisan seorang Matius.
Semakin kita tahu tentang banyak perkembangan Gereja di banyak penjuru dunia, kita makin paham bahwa perpisahan atau perbedaan denominasi Gereja perdana itu disebabkan oleh karena penafsiran pandangan saja, namun secara teologis diajarkan ya sama, yaitu selaras dengan ajaran Yesus Kristus.
Harapannya suatu saat nanti Gereja-gereja yang terpisah ini akan bersatu dalam satu garis lurus yang sama. Segitu saja deh bahasan seputar suksesi apostolik dari rasul Matius, semakin menambah pengetahuan seputar perkembangan Gereja. -cpr
#onedayonepost
#budaya
#informasi
#katekese
#gerejakatolikethiopia
#gerejaortodokstewahedo
#tahtasucivatikan

0 Komentar
Tinggalkanlah jejak dengan berkomentar, maka saya akan berkunjung balik.
Jangan lupa difollow ya.
Terima kasih, berkah dalem. GBU