Bagi orang Kristen yang bersumber dari suksesi para rasul utama baik Petrus, Andreas dll., pasti memegang baik tradisi, ya tradisi gereja bagi Kristen yang lahir dari Yesus Kristus sendiri sangat baik memegang tradisi, baik tradisi lisan dan tulisan yang secara turun-temurun dijaga ke otentikannya.
Karena dari tradisi² itulah sejarah gereja, soal bagaimana pesan Allah yang hidup bisa tersampaikan dengan baik ke kita generasi² setelahnya. Meskipun pada abad ke-16 ada Kristen lain yang mengabaikan tradisi itu.
Bagi Kristen yang lahir belakangan mungkin tidak akan pernah tahu soal bagaimana Injil Yohanes itu ditulis. Mereka hanya tahu bahwa pengarang Injil Yohanes adalah rasul Yohanes, murid yang dikasihi oleh Yesus, murid yang tidak mengalami kematian sebagai martir, tetapi wafat karena usia senja.
Bagi Katolik Roma, Kristen Ortodoks, Kristen Koptik dan denominasi Kristen suksesi para rasul sangat menjaga tradisi dan tradisi itu terus disampaikan ke generasi² setelahnya dengan tetap menjaga keorisinilan tradisi tersebut.
Pada postingan kali ini saya mau berbagi informasi, soal bagaimana Injil Yohanes itu ditulis dan disampaikan. Informasi ini saya peroleh dari akun sosial media @ortodoxdiaryindo. Meski saya seorang Kristen (Protestan) saya tetap mengikuti akun² gereja suksesi para rasul, untuk mengetahu informasi sejarah seperti ini, karena dari sanalah iman Kekristenan lahir dan tumbuh.
Ingat pesan Soekarno, "jangan sekali-kali melupakan sejarah".
Dari Alkitab, Kisah Para Rasul 6: 5, kita akan menemukan nama tokoh gereja mula² yang namanya ternyata disebutkan dalam tradisi ini, soal bagaimana Injil Yohanes itu tertulis. Sebuah kisah yang bagi Kristen yang lahir abad ke-16 bisa saja tidak mengetahuinya.
Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia. (Kisah Para Rasul 6: 5)
Dari nama tokoh gereja yang disebut di sana ada yang bernama Prokhorus. Tokoh inilah yang menjadi juru tulis Rasul Yohanes kala menuliskan Injil. Jadi jika berdasarkan kisah tradisi ini yang menuliskan Injil Yohanes adalah Prokhorus tapi berdasarkan ucapan dari Rasul Yohanes. Prokhorus adalah murid dari Rasul Yohanes.
Kita semua yang Kristen tahu bahwa Rasul Yohanes tinggal di Pulau Patmos, di sana Yohanes menginjil, menyampaikan karylka penyelamatan Allah kepada penduduk pulau itu, bahkan dari sana surat² Yohanes juga tersampaikan kepada jemaat di Efesus.
Penduduk di Pulau Patmos telah menjadi Kristen semua, kala itu Yohanes ingin mengunjungi Efesus. Namun keinginan Yohanes ini diberati oleh jemaat di pulau itu, yang menginginkan agar Yohanes tetap tinggal bersama mereka.
"Kami meminta kebaikanmu, janganlah tinggalkan kami sebagai anak yatim, engkau harus tetap tinggal dengan anak-anak mu di sini selamanya!"
Tetapi Yohanes menasehati mereka: "Jangan berbuat seperti ini anak-anakku. Tangismu membuat sedih jiwaku. Kristus yang engkau percayai, telah datang menemuiku dan memerintahkanku untuk kembali ke Efesus, untuk menasehati dan mendukung saudara-saudara kita di sana."
Jemaat Patmos melihat bahwa Yohanes tidak dapat dibujuk dengan kata-kata. Akhirnya mereka bersujud dan memohon, katanya: "O Bapa dan guru, jikalau engkau berketetapan untuk meninggalkan kami sebagai anak yatim, kami memintamu dengan amat sangat untuk menulis cerita tentang inkarnasi dan pengampunan Allah, sehingga kami dapat senantiasa merenungkannya, dan tetap tinggal setia dan tidak tergoyahkan dalam iman kami."
Yohanes tetap menolak keinginan jemaat Patmos untuk tetap tinggal. Tapi jemaat-Nya tetap tidak mau beranjak dari sujudnya. Hingga pada akhirnya Yohanes memenuhi permintaan mereka itu.
Kisah ini sebenarnya adalah kisah yang dikisahkan oleh tokoh Alkitab yaitu Prokhorus yang tadi saya sebutkan di atas, yang namanya juga disebutkan dalam kitab Kisah Para Rasul.
Yohanes akhirnya membawaku (Prokhorus) keluar kota, jaraknya sekitar 1 mil, ke suatu tempat yang cukup tenang. Tempat itu bernama Katapavis. Kami (Prokhorus dan Yohanes) mendaki sebuah gunung tinggi dan berada di sana sampai tiga hari.
Di sana Yohanes melewati hari² dengan berpuasa dan berdoa, memohoh kepada Allah untuk memberikan ajaran Injil (kabar sukacita) untuk para saudara seiman.
Tiba² petir berbunyi sangat keras dan kilat menyambar hingga membuat gunung dimana mereka berpijak berguncang. Dirasuki rasa takut, aku (Prokhorus) tertelungkup di tanah seperti orang mati. Dia (Yohanes) mengulurkan tangannya dan mengangkatku (Prokhorus) berdiri. Sambil berkata: "Duduklah di sisi kananku."
Yohanes berkata lagi: "Prokhorus anakku, apa yang engkau dengar dari mulutku, lalu tulislah itu di atas kertas."
Dia (Yohanes) berdiri dengan mata menatap ke langit, lalu mulai membuka mulutnya dan berkata: "Pada mulanya adalah firman, dan sang firman itu adalah Allah."
Dia (Yohanes) berdiri sambil melanjutkan apa yang diaucapkan, sedangkan Prokhorus duduk menulis. Mereka berdua menghabiskan waktu 2 hari di gunung itu.
Dari kisah inilah bisa diketahui yang sebenarnya menuliskan Injil Yohanes adalah Prokhorus tapi hanya sebatas sebagai juru tulis. Meskipun seperti mirip dengan kisah kitab suci yang katanya datang dari langit yang ternyata hanyalah rekaan manusia aja, karena mudahnya ditambahkan oleh juru tulisnya. Tapi apa yang ditulis oleh Prokhorus adalah hasil dari apa yang Allah sampaikan melalui Yohanes, itu kenapa Injil dari 3 Rasul yang lain punya kesurupan dan ke identikan.
Pulau Patmos merupakan pulau kecil di Laut Aegea, Yunani. Pulau ini memiliki luas yang relatif kecil hanya 34,6 km². Dengan karakter tanah yang berbatu, ngarai curan dan pegunungan vulkanik. Yohanes ke pulau ini karena diasingkan saat pemerintahan Romawi oleh Kaisar Domitianus.
Ini adalah informasi menarik mengenai sejarah gereja, kita tidak akan mengetahui perkembangan gereja sejak perdana hingga saat ini tanpa memahami dan membaca tradisi gereja. Jadi jika ada yang mencoba mengabaikan tradisi gereja akan sangat disayangkan.
Karena jika kita tidak berdasarkan sejarah, kota seperti ajaran agama lain non Kristen, dimana ajaran mereka asal comot dan jelas melawan catatan sejarah mainstream, itu karena mereka membuat cerita rekaan sendiri yang tak sesuai fakta sejarah.
Segitu saja jika ada informasi baru lainnya maka akan saya bagikan diblog ini, semoga infornasi ini bermanfaat menambah wawasan seputar sejarah gereja. -cpr
#onedayonepost
#tradisi
#sejarahgereja
#informasi
#katekese
#sejarah

1 Komentar
Meski begitu kisah ini tidak dinyatakan sebagai kisah kanon, hanya sebatas tradisi² apokrif, tapi bagi Kekristenan Timur kisah ini diyakini. Ini bisa jadi informasi yang penting atas hal² yang tidak bisa dijelaskan dalam Alkitab. Tapi masih ada keterkaitan.
BalasHapusTinggalkanlah jejak dengan berkomentar, maka saya akan berkunjung balik.
Jangan lupa difollow ya.
Terima kasih, berkah dalem. GBU