Baru² ini Vatican telah mengumumkan beberapa nama calon orang² kudus baru yang akan dikanonisasi oleh Gereja Katolik Roma. Nah siapa sajakah orang² ini?
Bapa Suci Paus Leo XIV pada tanggal 19 Oktober 2025 yang lalu secara resmi mengkanonisasi beberapa orang, antara lain:
#1 Ignazio Choukhrallah Maloyan
Beliau adalah seorang Uskup Katolik Armenia. Kelahiran tahun 1869 di Mardin (saat ini wilayah Turki). Wafat pada tahun 1915 di Kara-Keupru, dekat Diarbekir (Turki). Beliau ditahbiskan menjadi imam tahun 1896. Lalu kemudian ditahbiskan menjadi Uskup tahun 1911.
Beliau hidup pada masa pemerintahan Ottoman ketika masih berjaya. Pada masa itu, komunitas Armenia mengalami penganiayaan dan genosida oleh pemerintahan saat itu. Pada tahun 1915 dia dan bersama imam yang lain dan umatNya ditangkap dengan alasan penyimpanan senjata. Ketika ditawan dia dipaksa untuk mengingkari imannya untuk pindah ke Islam, dengan cara itu dia akan dibebaskan. Namun beliau memilih mempertahankan imannya.
Hal ini berdampak pada eksekusi yang harus diterimanya jika menolak. Sebelum eksekusi dia dan teman² senasib sepenanggunggan merayakan Ekaristi. Diketahui dia eksekusi tahun 1915 dengan cara ditembak tepat dibelakang lehernya. Beliau wafat sebagai martir karena mempertahankan imannya.
Pada tanggal 11 Juni diperingati sebagai hari peringatan, karena pada tanggal itu beliau wafat sebagai martir-Nya.
#2 Peter To Rot
Peter To Rot bukanlah seorang biarawan, dia hanya awam biasa yang aktif sebagai katekis. Merupakan orang asli Papua New Guinea. Dia lahir tahun 1912 di Desa Rakunai, New Britain (saat ini wilayah Papua New Guinea. Wafat sebagai martir tahun 1945, ketika daerahnya berasa dalam kuasa penjajahan Jepang.
Semasa hidup Peter adalah seorang suami dan ayah tiga orang anak, ditengah tanggung jawabnya itu dia juga seorang katekis, dimana pada masa penjajahan Jepang dia memimpin komunitasnya saat kesulitan masa pendudukan. Dia lahir sebagai seorang Katolik. Ia bertugas sebagai katekis di Paroki Rakunai.
Pada masa penjajahan Jepang, Jepang memaksakan aturan soal poligami, hal ini sangat ditentang Peter karena iman Katoliknya. Karena dianggap menentang penguasa saat itu dia ditangkap dan ditahan, lalu kemudian dieksekusi karena mempertahankan apa yang dia yakini, secara iman dan moral keluarga.
Hal ini menjadi inspirasi untuk kaum awam bahwa untuk menjadi orang kudus tidak harus dia seorang religius, imam, missionaris atau sejenisnya, tetapi bisa hidup dalam pegangan iman yang teguh, sesuai tanggung jawabnya sebagai awam apapun itu, entah ayah, ibu, anak, orang tua, jika dilakukan dengan tanggung jawab sesuai apa yang Allah perintahkan, maka bisa menunjukan kemartiran sejati.
Diperingati setiap tanggal 7 Juli saat wafat sebagai martir.
#3 Jose Gregorio Hernandez Cisneros
Selanjutnya ada seorang dokter asal Venezuela, dia dikenal sebagai "dokter orang miskin". Dia bukanlah seorang biarawan atau seorang martir. Tapi dia adalah seorang dokter yang mengabdikan hidupnya untuk kaum papa miskin.
Lahir tahun 1864 di Isnotu, Negara Bagian Trujilo, Venezuela. Dia wafat tahun 1919 di Caracas, Venezuela. Dia berprofesi sebagai seorang dokter medis, juga seorang Profesor di Universitas Anggota Ordo Ketiga Fransiskan (Secular Fransiskan Order).
Jangan dipikir Jose Gregorio yang seorang dokter adalah keluarga yang mapan! Jose lahir dari keluarga sederhana. Lulus dari Universidad Central de Venezuela (UCV) dan menjadi seorang dokter tahun 1888. Kemudian melanjutkan studi ke Eropa (Paris & Berlin) karena beasiswa, untuk mempelajari bidang histologi, fisiologi, eksperimental, bakteriologi dan mikrobiologi.
Setelah pendidikan di luar, dia kembali ke Venezuela dan melanjutkan mengambil gelar Profesor dan menjadi Profesor di UCV. Sempat mau mengambil jalur sebagai imam namun karena sesuatu hal tidak jadi, tapi tak mengurangi cara pandang pelayanannya terhadap sesama terutama yang miskin.
Dokter Jose Gregorio wafat pada tahun 1919. Dikarenakan tertabrak sebuah mobil ketika ia tengah membeli obat untuk pasien miskin yang tengah sakit parah. Saat tengah menyebrang pas akan kembali ke rumah pasiennya, dia tertabrak mobil yang dikendarai oleh Fernando Bustamante.
Kematiannya ini masyarakat Venezuela menyebutnya sebagai 'martir kasih' karena wafat ketika tengah melayani orang miskin yang membutuhkan pertolongan.
Karena dedikasinya pada masyarakat miskin ia menjadi dokter yang sangat dihormati masyarakat Venezuela. Setelah kematiannya, ada banyak mukjijat yang dikaitkan dengan perantaraannya.
Salah¹ mukjijat yang akhirnya dijadikan dasar pemberian gelar Beato pada tahun 2017, adalah mukjijat Yaxury. Yaxury Solorzano Ortega adalah seorang anak usia 10 tahun, ditembak di kepala pada saat peristiwa perampokan di negara bagian Guarico. Diketahui mengalami kehilangan pada sebagian besar jaringan otak tetapi kemudian pulih secara penuh setelah doa lewat perantaraan dokter Jose Gregorio.
Sebenarnya tak hanya itu, ditemukan 2100 cerita penyembuhan yang terjadi secara mukjijat dikumpulkan pada saat proses kanonisasi dokter Jose Gregorio.
#4 Maria del Carmen Rendiles
Dia adalah seorang biarawati, punya nama lengkap Carmen Elena Rendiles Martinez. Lahir tahun 1903 di Caracas, Venezuela. Ia wafat pada tahun 1977 di tempat yang sama dia dilahirkan.
Ia dilahirkan dengan fisik yang tak sempurna (disabilitas), ia mengalami kekurangan tanpa lengan kiri. Untuk membantunya aktivitas ia menggunakan lengan protesis.
Carmen Elena merupakan pendiri kongregasi religius lokal Venezuela, Siervas de Jesus del Venezuela (Siervas de Jesus) atau Pelayan Ekaristi. Sebelumnya, ketika menjadi biarawati, ia bergabung dengan kongregasi religius asal Perancis.
Lahir dari keluarga Katolik yang taat. Meski kekurangan fisiknya itu tidak menutup jalannya untuk masuk biara di usia muda. Pada tahun 1927 ia masuk menjadi anggota biara Siervas de Jesus en el Santisimo Sacramento, yang ketika itu baru di Venezuela. Novisiatnya dimulai di Prancis. Tahun 1932 mengikat kaul kekalnya dalam hidup religius.
Tahun 1965 ia mendirikan konggregasi Siervas de Jesus dengan identitas khas Venezuela, dan mendapatkan restu untuk itu dikemudian hari, dengan fokus pelayanan di pendidikan Katolik, serta pembentukan kehidupan religius di Venezuela.
Pengakuan venereable pada tahun 2013 pada masa Paus Fransiskus, lalu kemudian dibeatifikasi pada tahun 2018. Pada 2025 ini dikanonisasi sebagai santa, peringatannya dirayakan setiap 9 Mei.
#5 Vicenza Maria Poloni
Orang kudus lain yang dikanonisasi pada kesempatan yang sama kali ini adalah seorang biarawati dari konggregasi religius. Nama lahhir Maria Luigia Francesca, lahir tahun 1802. Wafat pada tahun 1855.
Ia dikenal sebagai salah satu pendiri konggregasi religus Sisters of Mercy of Verona (Suster-suter Belas Kasih dari Verona), yang didirikan bersama Charlees Steb seorang imam asal Jerman, yang sebelumnya adalah seorang Lutheran, yang dibeatifikasi pada 1975 oleh Paus Paulus VI.
Ketika ia mengucapkan kaul kekalnya, mengambil nama Maria Vicenza. Misi religiusnya bersama konggregasinya adalah fokus pada orang sakit dan yatim piatu, untuk menghibur dan membantu mereka menjalani hidup dengan menunjukan kasih Kristus. Slogannya, "kaum miskin adalah tuan kita".
Konggregasi yang didirikan Maria Vicenza ini menyebar keluar Verona, seperti di Tanzania dan Portugal dan negara² lainnya.
Maria Vicenza meninggal karena masalah kesehatan, tumor menggerogoti hidupnya dan wafat 11 November. Dimakamkan di pemakaman umum Verona, di sebuah pemakaman bersama para suster konggregasi bersama.
#6 Maria Troncatti
Ia adalah seorang biarawati dari konggregasi religus Salesian don Bosco (SDB), yang mengabdikan dirinya di Ekuador. Maria Troncatti adalah orang Italia, lahir tahun 1883. Wafat tahun 1969.
Troncatti lahir dari keluarga petani miskin di Italia. Masuk biara tahun 1907, ia bekerja sebagai perawat pada masa Perang Dunia I dan menjadi bagian dari anggota misi ke Ekuador di Suku Shuar di wilayah Hutan Amazon tahun 1922. Ia menetap di sana, orang suku menyebutnya dengan nama 'mamacita'.
Maria Troncatti wafat dalam insiden kecelakaan pesawat saat akan menuju lokasi retret, dalam kecelakaan tersebut ada dua rekannya namun selamat.
#7 Bartolo Longo
Ia adalah seorang pengacara. Longo lahir di Italia tahun 1841. Wafat tahun 1926. Ada hal menarik dari sosok Longo ini.
Ia pernah menjadi pendeta dari komunitas satanic. Dampak dari keikutsertaannya dalam kegiatan satanic ini membuat ia mempunyai masalah kesehatan mental dan fisik yang parah. Tahun 1865 ia mengalami pertobatan kembali ke iman Katolik setelah dibantu oleh seorang profesor beragama Katolik dan juga seorang imam dari ordo Dominikan.
Setelah bertobat Longo bergabung dengan Ordo Ketiga Dominikan sebagai seorang Pengacara, mengabdi dengan membantu orang miskin dan tidak beruntung. Sempat pindah ke Pompeii dan membangun daerah tersebut. Membangun sebuah Basilica of Our Lady of Pompeii di sebuah gereja tua yang rusak, lalu kemudian menjadi pusat Rosario.
Longo juga mendirikan sebuah komunitas Persaudaraan Rosario, membantu anak yatim dan mempromosikan devosi Rosario ke seluruh dunia. Ia diberi gelar 'Rasul Rosario'.
Itu dia nama² Santo-Santa yang baru dikanonisasi Paus Leo XIV baru² ini. Semoga bisa menambah perbendaharaan figur² orang yang hidupnya taat pada Allah dan hidup untuk Allah (dengan tidak melupakan sesamanya manusia).
Jika ingin mengetahui profil hidupnya secara lengkap bisa dibaca per masing². Saya tidak bisa membagikan banyak karena keterbatasan waktu, tapi setidaknya informasi di atas bisa membantu sedikit mengenal Santo Santa yang baru dikanonisasi oleh Gereja Katolik.
Ada yang awam biasa, biarawan dan biarawati, hingga ada yang mantan pendeta satanic, namun ketika Yesus Kristus sudah memilih, tidak ada yang bisa kita perbuat. Karena kita hidup adalah karena kuasa berkat rahmat Allah, bukan karena kekuatan kita sendiri.
Segitu saja sharing informasi yang bisa saya bagikan, semoga bisa nambah pengetahuan kita semua. Meski saya bukan lagi seorang Katolik, tapi saya akan tetap berbagi informasi seputar dunia Kristen, baik Katolik di channel ini dan yang Kristen di channel saya yang lain. Berkah dalem, Tuhan memberkati kita semua. -cpr
#onedayonepost
#informasi
#kisahinspiratif
#tokoh
#kanonisasi
#santosanta



%20(21).jpeg)

%20(20).jpeg)
%20(19).jpeg)
%20(18).jpeg)

0 Komentar
Tinggalkanlah jejak dengan berkomentar, maka saya akan berkunjung balik.
Jangan lupa difollow ya.
Terima kasih, berkah dalem. GBU