Flashback Kisah Sengsara Tuhan Yesus dari Gereja St. Petrus Gallicantu, Israel, di Tanah Suci Yerusalem

Pada postingan sebelumnya saya ada bahas soal film The Last Supper (2025) yang baru saja dirilis pada bulan Maret 2025 lalu. Menariknya difilm Yesus itu dikisahkan soal cerita perjamuan terakhir dan sepenggal kisah sengsara Yesus dari sudut pandang Simon Petrus dan Yudas Iskariot.


Ada satu scene menarik menurut saya dimana Simon Petrus menyangkal Yesus sebanyak 3x sebelum ayam berkokok. Ketika itu terjadi, Yesus dibawa ke hadapan imam besar Kayafas, untuk diadili dihadapan imam² dan tetua Yahudi.

Di rumah Kayafas itulah Yesus mendapatkan siksaan untuk pertama kalinya sejak dia ditangkap dari Taman Getsemani, sebelum proses penyiksaan selanjutnya hingga jalan salib menuju Bukit Golgota.

Kisah Yesus Kristus ini bukanlah rekaan atau  dongeng, tapi sungguh² nyata terjadi pada 2000 tahun yang lalu.

Di tempat dimana dulunya adalah rumah dari imam besar Kayafas, kini, dimasa sekarang ini diatasnya kini telah dibangun sebuah gereja yang bernama Gereja St. Petrus Gallicantu atau dikenal juga sebagai Gereja Ayam Berkokok, berlokasi di Yerusallem, Israel.

Gereja St. Petrus Gallicantu, Israel. Gambar diambil dari Google

Gereja ini berada di lereng bukit yang hampir terjal tepatnya di lereng timur Bukit Zion. Nama Galli-cantu berasal dari bahasa Latin yang berarti ayam berkokok.

Peristiwa Simon Petrus menyangkal Yesus ini tercatat di keempat Injil, Matius, Markus, Lukas dan Yohanes.

Sebelum peristiwa penyangkalan itu, Yesus telah mengatakan nubuatnya kepada Simon Petrus, saat peristiwa perjamuan terakhir.

Menurut Injil Matius 26: 30 - 35:
Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun. Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai. Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea."
Petrus menjawab-Nya: "Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak."
Yesus berkata kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."
Kata Petrus kepada-Nya: "Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau."

Menurut Injil Markus 14: 26 - 31:
Sesudah mereka menyanyikan nyanyian pujian, pergilah mereka ke Bukit Zaitun. Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Kamu semua akan tergoncang imanmu. Sebab ada tertulis: Aku akan memukul gembala dan domba-domba itu akan tercerai-berai. Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea."
Kata Petrus kepada-Nya: "Biarpun mereka semua tergoncang imannya, aku tidak."
Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada hari ini, malam ini juga, sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."
Tetapi dengan lebih bersungguh-sungguh Petrus berkata: "Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau."

Menurut Injil Lukas 22: 31 - 34:
"Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu."
Jawab Petrus: "Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!"
Tetapi Yesus berkata: "Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam tidak akan berkokok, sebelum engkau tiga kali menyangkal, bahwa engkau mengenal Aku."

Menurut Injil Yohanes 13: 37 - 38:
Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!"
Jawab Yesus: "Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."

Momen peristiwa ini digambarkan pada Gereja St. Petrus Gallicantu ini, ada beberapa gambaran yang menggambarkan peristiwa ini di beberapa bagian gereja.

Selengkapnya bisa juga menonton video dibawah ini:


Di gereja ini seperti yang telah dijelaskan sebelumnya dulunya merupakan rumah imam besar Kayafas, lalu hancur dan dibangunlah gereja di tempat ini, pada sejarahnya beberapa kali gereja terbangun dan hancur hingga pada jaman Byzantium, lalu hancur lagi dan dibangunlah gereja ini.


Dulu ketika masih menjadi rumah imam besar Kayafas, di bangunan ini terdapat penjara, dimana penjara ini berada dibagian bawah bangunan. Uniknya untuk memasukan tahanan ke dalamnya harus menggunakan tali kekang melalui lubang terowongan kecil, dimana penjara ini sangat gelap dan lembab. Dipercaya, Yesus diperlakukan sama seperti tahanan lainnya, yaitu dimasukan dan dikeluarkan dari tahanan menggunakan tali (baca: digantungkan). Mengingat Yesus ditangkap pada malam hari, lalu kemudian diadili dan disiksa pada malam itu, pada malam itu pula Yesus bermalam di sana, untuk esok paginya dibawa kehadapan wali negeri saat itu, Pilatus.

Nubuat ini seperti tertulis dalam kitab Mazmur 88: 7:
Telah kau taruh aku dalam liang kubur yang paling bawah, dalam kegelapan, dalam tempat yang dalam.

Setelah peristiwa penyangkalan itu, Simon Petrus benar² menyesal atas apa yang telah dia lakukan. Rasa bersalahnya membuat dirinya harus bersedih, karena apa yang Yesus nubuatkan sebelumnya menjadi kenyataan. Namun Simon Petrus ingat akan pesan Yesus, sehingga rasa penyesalannya itu tidak membuatnya termakan bujuk rayuan iblis, seperti Yudas Iskariot yang termakan bujuk rayu iblis 2x, pertama menjadi pengkhianat terhadap Yesus dan kedua, memilih bunuh diri untuk membayar rasa bersalahnya itu.

Rekonsiliasi Simon Petrus terhadap Yesus dicatat pada Injil Yohanes 21: 15 - 19, ketika Yesus menanyak Simon Petrus sebanyak 3x. Peristiwa ini hanya dicatat pada Injil Yohanes, tapi tidak ada dalam ketiga injil lainnya:
Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih daripada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kau kehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."

Jadi gereja yang awalnya runtuh pada masa Kekaisaran Byzantium dibangun kembali oleh ordo dari Prancis, yaitu Ordo Agustinian dari Asumsi. Bukti kalau dibawah gereja ini pernah didirikan gereja Byzantin dibuktikan dengan ditemukannya mosaik bergaya Byzantin abad ke-5.

Emmanuel d' Alzon merupakan imam asal Prancis pendiri ordo atau kongregasi Augustinian dari Assumption (Assumptionis). Ia ditahbiskan tahun 1834. Ia diangkat menjadi kanon dan vikaris jenderal Nîmes dan mempertahankan posisi ini sampai kematiannya. Kongregasi yang didirikannya ini mendapat persetujuan Paus Pius IX pada tahun 1864.

Bangunan gereja ini terdiri dari empat tingkat berbeda, yaitu gereja atas, gereja tengah, ruang jaga dan ruang bawah tanah. Ruang bawah tanah ini yang tadi saya bahas di atas tadi, sebagai ruang yang dulunya saat masih menjadi rumah imam besar menjadi ruang tahanan.

Sebenarnya masih ada perdebatan diantara para arkeolog, soal kebenaran lokasi tersebut apakah memang benar rumah imam besar Kayafas. Ada yang mengatakan bahwa rumah imam besar sebenarnya ada di puncak Bukit Zion. Namun laporan dari para peziarah sejak tahun 333 masehi menyatakan ini adalah rumah imam besar Kayafas.

Berikut ini ringkasan sejarah, mengenai apa yang pernah terbangun di atas tanah dimana jadi saksi sejarah awal dari kisah sengsara Tuhan kita Yesus Kristus:
Sebuah gereja besar yang dibangun di sini pada tahun 457. Gereja ini kemudian rusak pada tahun 529 selama Pemberontakan Samaria.
Kemudian gereja ini dihancurkan pada tahun 614 oleh bangsa Persia.
Gereja ini dibangun kembali sekitar tahun 628.
Gereja ini dihancurkan kembali pada tahun 1009 oleh Khalifah Hakim yang gila.
Gereja ini dibangun kembali sekitar tahun 1100 oleh Tentara Salib.
Lagi dan lagi, gereja ini dihancurkan kembali pada tahun 1219 oleh bangsa Turki.
Kemudian sebuah kapel dibangun, tetapi dihancurkan sekitar tahun 1300.
Gereja yang sekarang ini berdiri selesai dibangun pada tahun 1932.

Itulah dia gereja yang jadi saksi sejarah, saksi sejarah awal dimulainya Kisah Sengsara Yesus dan sekaligus saksi dari peristiwa dimana Simon Petrus, rasul yang dipercayai Yesus melakukan penyangkalan yang mengecewakan Yesus, meski Yesus telah mengetahui bahwa hal itu akan terjadi.

Ini bisa jadi bahan refleksi kita bahwa Tuhan tahu segala hal tentang diri kita, bahkan yang belum terjadi. Namun Tuhan mengajak kita untuk berfikir dan memahami karya Nya pada diri kita. Sebelum nubuat Nya, Yesus pun telah berpesan pada Simon Petrus, dan pesan itulah yang jadi titik balik rekonsiliasi Simon Petrus dengan Tuhan Yesus dan itulah yang menjadi dasar iman yang kuat, bahwa memang Simon Petrus akan menjadi batu sendi gereja Nya.
Aku berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Ku berikan kunci Kerajaan Surga. Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga. (Matius 16: 18 - 19)

Nubuatan Yesus itu kini menjadi kenyataan dan kitalah jemaatnya. Dengan cara yang sama pula Yesus mengutus kita murid-murid Nya. Ingat, bahwa Yesuslah yang memilih kita, bukan kita yang memilih Nya. Dia maha mengetahui segala yang terjadi dan segala yang tersembunyi dan yang belum diketahui. Jadi percayalah, waktu Tuhan adalah yang terbaik. Lakukan yang terbaik dengan mengikuti apa yang dia perintahkan dan ajarkan.

Semoga informasi dan sedikit sharing ini bisa menambah keimanan kita, dan keyakinan kita bahwa Tuhan Yesus itu nyata dan pernah hidup sebagai manusia, Dia adalah Allah, sabda yang menjelma menjadi manusia. Berkah dalem, syaloom, Tuhan memberkati kita semua. Amin. -cpr

#onedayonepost
#umum
#informasi
#sejarah
#gerejaayamberkokok
#simonpetrus

Posting Komentar

0 Komentar