Yesus Kristus Akhirnya Diakui di Indonesia, Bukan Lagi Isa

Sebenarnya judul post ini adalah sebuah bentuk 'satir'. Tidak seperti itu koq, Indonesia mengakui lima agama besar dan salah duanya ya Kristiani, dimana pengikut Yesus Kristus itu ada pada agama Kristen Katolik dan Kristen Protestan.

Meski begitu memamg ada pula denominasi Kristen lainnya yang juga sama mengakui Yesus Kristus dalam ajaran teologisnya, tapi agamanya tetap dianggap Kristiani, entah masuk ke denominasi Protestan atau Katolik. Tapi diluar itu orang hanya tahunya ya pengikutnya Yesus itu ya orang Kristen, atau bisa juga kadang ya dikatai 'kafir'.

Yups, itulah wajah Indonesia sih, setidaknya untuk sampai saat ini, itulah yang masih sering terjadi dibeberapa tempat. Tapi bukan itu yang mau saya bahas pada post kali ini.

Jadi begini, selama bertahun-tahun, kita di Indonesia atau kebanyakan orang, mau itu Kristen atau non Kristen menganggap Yesus Kristus dengan sebutan Isa. Bahkan kita orang Kristen itu dipaksa memahami bahwa Yesus Kristus dan Isa adalah sama. Bahkan saya juga terdoktrin demikian sampai saya dewasa berusia 35+ tahun. Sampai suatu ketika saya dibukakan mata, telinga dan pikiran saya oleh homili dari seorang Romo paroki di St. Theresia, Pandaan. Beliau adalah Romo Thomas.


Waktu itu dalam homilinya romo menyampaikan bahwa dari pihak gereja tengah memperjuangkan untuk merubah pemahaman dan memperjuangkan soal Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus yang kita rayakan setiap tahun disebut sesuai dengan seharusnya. Lho, memang selama ini ada yang salah?

Yang tersebut setiap tahun selama ini adalah Hari Raya Kenaikan Isa Almasih! Itu menurut teologi Kristen jelas salah dan tidak sesuai, namun itulah yang diamini oleh non Kristen sebagai yang cocok dan pas menurut teologi mereka.

Padahal kalau dipikir-pikir yang merayakan hari itu kan kita yang Kristen, tapi kenapa penamaannya jadi ngikut teologi agama lain. Nah disitulah yang coba dibukakan pemahamannya oleh Romo Thomas ini. Saya lupa bagaimana persisnya beliau menyampaikan tapi saya menangkap isinya tidak jauh seperti itulah.

Yang harus orang Kristen ketahui, bahwa orang² non Kristen tidak pernah mengakui kisah hidup Yesus yang sebenarnya terjadi, walau mereka lahir belakangan dan hanya mendapatkan cerita dari orang yang kesekian dan hanya "katanya", mereka bukan saksi² mata ketika jaman Yesus hidup, bahkan jaman setelahnya (setelah Yesus diangkat ke surga), mereka memahami kisah dari mulut ke mulut saja, tapi mereka yakini itu benar (yang mati bukan itu, tapi diserupakan, jadi Isa tetap hidup).

Sedangkan kita adalah orang Kristen yang membawa kisah langsung dari saksi mata dan secara turun-temurun oleh garis kisah para rasul Yesus sendiri yang mengabarkannya, bahwa Yesus itu sengsara, wafat di salib dan bangkit pada hari ketiga, lalu kemudian diangkat ke surga dengan mulia. Itu jelas teologi dari Kekristenan dan jelas agama lain menyangkal ini.

Mereka menganggap Yesus Kristus dengan nama karakter lain yaitu Isa Almasih, ya Nabi Isa itulah sosok yang ada dalam teologi mereka, dia nabi yang tidak mati, melainkan 'kabur' dan hanya diserupakan seolah-olah mati, justru Isa itu tidaklah mati seperti yang dikisahkan oleh rasul² Yesus.

Jadi dari dua hal ini, Yesus dan Isa adalah dua orang berbeda, karakter yang berbeda. Lalu kalau kini dikisahkan "Kenaikan Isa Almasih", hmm itu Isa yang mana lagi? Bukannya "Isa" dikisahkan tidak mati dan dia hanya manusia biasa.

Oleh karena Isa dan Yesus itu dua orang berbeda, kita orang Kristen sudah jelas kiblatnya kemana, jadi buat apa kita percaya dengan Isa yang kabur, seorang nabi itu bukan pengecut yang bersembunyi ketika dipersekusi.


Sewaktu pertama mendengar pemahaman ini awalnya saya juga menganggap, wah ini romo berani sekali melawan arus, tetapi setelah saya pahami dengan Iman Kristen, romo ini benar dan saya selama ini salah memahami dan kini saya telah tercerahkan.

Saya juga sempat bercerita kepada teman kerja sesama Katolik, tapi teman kerja saya justru menganggap bahwa ini hanya pendapat pribadi romonya saja, karena dia tidak mendengar soal isu perubahan nama Isa ke Yesus dalam penyebutan hari raya keagamaan Kristiani ini. Tapi saya masih percaya bahwa ini bukan pendapat pribadi romonya, tapi romo ini meluruskan hal yang selama ini salah kaprah, dan wajar gereja memperjuangkan hal ini. 


Sampai akhirnya saya merasa menang, ketika membaca sebuah berita disosial media bahwa pemerintah resmi merubah kata Isa Almasih menjadi Yesus Kristus dan ini adalah kemenangan teologi sekaligus pengakuan soal iman Kristiani dari pengikut Kristus di Indonesia. Sekaligus mematahkan omongan teman kerja saya yang menganggap Romo Thomas hanya berpendapat atas nama pribadi. Saya langsung fowardkan berita itu ke akun sosial media teman kerja saya, supaya dia membaca. Ini bukan soal memecah belah atau apapun, ini pengakuan teologis!

Saya akhirnya menyadari, kenapa usaha gereja melalui lembaga dalam hal ini Kementrian Agama sebagai cara paling elegan untuk menunjukan Kekristenan, dengan cara² yang benar, bukan dengan ramai², ribut², melepaskan wacana² ke publik yang jika itu dilepas begitu saja maka akan jadi santapan atau gorengan netizen dan jadi pro-kontra, yang ada malah gak akan pernah terealisasi.

Bayangkan, melihat contoh kecil, teman saya yang sesama imannya saja seolah-olah beranggapan bahwa itu hanya pandangan pribadi seorang imam saja, bukan pendapat gereja, padahal jelas yang disampaikan romo adalah kebenaran teologis. Jika yang seiman saja pro kontra, bagaimana jadi konsumsi publik yang sama sekali gak paham bahkan gak mengimani teologis Kristen. Orang non Kristen pasti akan mengklaim sesuai teologisnya, padahal jelas² kita ini orang Kristen yang duluan punya sejarahnya, mereka lahir belakangan malah menjadi yang paling benar. Ini kan jadi kontraproduktif.

Ternyata dengan cara silent treatment inilah teologi iman Kristen bisa disampaikan mengenai kebenaran Nya, bahwa hanya Yesus Kristus yang harusnya diakui, bukan Isa Almasih. Apalagi ini hari rayanya agama Kristen. Jika itu dirayakan diagamanya dengan sebutan Isa Almasih itu silakan saja, tapi berhubung hari raya ini adalah hari keagamaan agama lain, bukan hak mereka mengakui sepihak.


Puji Tuhan akhirnya kebenaran menang juga dengan cara terbaik dan elegan. Saya merasa senang dan bangga, bahwa apa yang sudah disampaikan atau pencerahan Romo Thomas beberapa waktu lalu terbukti dan inilah yang sebenarnya, iman Kristen itu adalah pada Yesus Kristus, bukan Isa Almasih! Catatan ini dan sebarkanlah, karena inilah kabar gembira. -cpr

#onedayonepost
#yesuskristus
#teologiiman
#bukanisaalmasih
#iman
#informasi
#umum
#hanyayesus

Posting Komentar

0 Komentar