Natal 25/12 atau Natal 7/1

Banyak perbedaan yang terkadang membuat sesuatu tidak bisa bersatu, tidak hanya soal pribadi, bahkan organisasi. Tapi iya juga sih, soalnya organisasi terdiri dari pribadi² yang berbeda akhirnya menjadikan organisasi yang berbeda-beda satu sama lain. 

Gereja juga mengalami ini, bahkan sejak awal saat gereja mulai lahir, tumbuh dan berkembang. Perbedaan pengakuan, pemahaman tentang dogma dan teologi membuat perbedaan, padahal bersumber pada satu pusat, yaitu Yesus Kristus. 

Bayangkan, gereja yang semua sejarahnya tercatat rapih saja masih bisa muncul perbedaan-perbedaan, apalagi yang tidak punya catatan sejarah yang lengkap, yang hanya berdasar saduran dengan modifikasi sesuai budaya dimana lahirnya. 

Ilustrasi, suasana Natal Gregorian 25/12 dan 25/12 Julian (jika dikonversi dalam kalender Gregorian yang diakui secara internasional maka 25/12 = 7/1). Gambar disiapkan oleh chatgpt

Tapi ternyata kuncinya adalah kehendak bebas, itu yang dimiliki gereja, namun tidak dimiliki oleh keyakinan lain, yang lain semuanya ditentukan keras, individu tidak punya kehendak bebas ketika sudah ada di dalamnya. 

Pada postingan kali ini saya mau bahas soal perbedaan tanggal perayaan Natal, ada yang merayakan pada 25 Desember dan ada yang merayakan nanti 7 Januari. 

Di sini saya gak lagi bahas mana yang benar, tetapi dasarnya apa atas masing² perbedaan ini. Karena itu yang lebih penting diketahui, dasarnya apa. Kalau dasarnya kuat, it's okelah. 

Jangan seperti menentukan tanggal kiamat, asal sebut tetapi tidak ada dasarnya, hanya berdasarkan asumsi dan intepretasi pribadi. 


Jadi dalam Alkitab tidak disebutkan pada tanggal berapa Yesus dilahirkan, karena memang saat itu kalender yang umum dipakai saat ini belumlah ada. 

Kalender kita saat ini disebut sebagai kalender gregorian, ditetapkan pada tahun 1582 oleh Paus Gregorius XIII. 

Karena fokus dari Injil pada dasar iman teologis dari inkarnasi, bukan sekedar kronologis semata. Pembuktian kronologis adalah setelahnya, setelah ajaran iman ini berakar, untuk menanggapi anti Kristus yang skeptis dalam penahaman iman teologis Kekristenan. 

Dalam tradisi Yahudi, seorang nabi besaritu wafat pada tanggal yang sama ketika ia dikandung. Menurut catatan tradisi gereja Barat (Roma), Yesus dipercaya wafat pada tanggal 25 Maret. Sehingga jika mengikuti konsep dari tradisi Yahudi tersebut maka Yesus dikabarkan dikandung oleh Maria pada tanggal 25 Maret pula, sehingga 9 bulan setelah pengabaran Yesus dikandung Maria, maka tanggal 25 Desember adalah hari kelahiran Yesus. 

Inilah alasan teologis tertua yang sudah dikenal sejak abad ke-3. 

Alasan lainnya lagi berkaitan dengan musim, dimana pada tanggal sekitar 25 Desember, terjadi winter solstice atau hari terpendek (dimana siang lebih pendek dari malam) dalam setahun di belahan bumi utara. Yesus dipahami sebagai "terang dunia" (Yohanes 8: 12) . Sehingga tepat pada tanggal itulah, Yesus layak datang sebagai terang sejati pada saat dunia gelap. 

Pada konteks budaya Romawi, mereka merayakan dies natalis solis invicti atau hari kelahiran matahari yang tak terkalahkan. Gereja pada masa perkembangannya merubah serta menafsirkan ulang mengenai pemahaman tersebut, bahwa Kristus adalah matahari kebenaran sejati. 

Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang. (Maleakhi 4: 2) 

Nubuatan tentang Dia yang adalah Yesus Kristus itu sudah ada sejak sebelumnya, sehingga gereja sepertinya pantas untuk menafsirkan kebenaran yang sejati, bahwa Yesus Kristus lah terang itu sendiri, seperti halnya matahari yang menjadi sumber terang. 


Lalu ada perbedaan lainnya, dimana Kelahiran Kristus dirayakan pada tanggal 7 Januari, kalau ini apakah yang menjadi dasarnya? 

Jadi Kristen denominasi lainnya, Kristen yang juga dari suksesi apostolik rasul utama Yesus, menggunakan kalender yang berbeda dengan gereja Barat. Dimana yang digunakan adalah Kalender Julian. 

Kalender Julian dipergunakan pada tahun 46 SM, diperkenalkan oleh Julius Caesar dan menetapkan tanggal 1 Januari sebagai awal tahun, untuk menghormati Janus, Dewa Romawi bermuka dua.

Sebenarnya gereja lain (Gereja Ortodoks, Gereja Timur) selain gereja Barat sama² menetapkan Hari Kelahiran Yesus itu tanggal 25 Desember, sebenarnya sama, penetapannya pun dasarnya sama seperti yang dijelaskan di atas. Lalu apa yang menyebabkan berbeda? 

Ternyata yang membedakannya adalah kalender yang digunakan, jadi gereja selain Barat yang saya sebut di atas itu tetap merayakan Natal pada tanggal 25 Desember tetapi berdasarkan kalender Julian, yang jika dikonversikan ke kalender Gregorian itu jatuhnya pada tanggal 7 Januari. 

Itulah dia penyebab terjadi perbedaan, tapi sebenarnya jika tertulis di atas kertas, Natalan sama² tanggal 25 Desember, yang membedakan adalah kalender yang dijadikan dasar patokannya. Yang membedakan bukan beda iman, tetapi ke soal beda kalender. 

Jadi sebenarnya perbedaan ini adalah karena gereja non Barat masih mempercayai kalender Julian meski akan selalu ada pergeseran tanggal pada tahun² setelahnya, karena sampai saat ini saja sudah ada pergeseran tanggal, nanti pada ribuan tahun setelahnya bisa saja konverasi Natal Gregorian yang selalu tetap tanggal 25 Desember, tapi bagi gereja non Barat akan merayakannya pada tanggal 8 Januari. 

Mungkin dilain kesempatan kita akan bahas soal kalender Gregorian dan Julian, supaya kita memahami. Tetapi yang perlu diketahui bahwa dunia internasional lebih mempercayai kalender Gregorian dibandingkan Julian, atau bahkan Hijriah. Sehingga, sistem kalender yang kita gunakan sekarang adalah warisan tradisi gereja suksesi apostolik Rasul Petrus. 

Segitu saja bahasan soal perbedaan perayaan Natal tanggal 25 Desember dan 7 Januari (menurut Kalender Gregorian), tetapi menurut Kalender Julian tetaplah Natal dirayakan tanggal 25 Desember. 

Semoga informasi ini membuat kita makin cerdas dan menjadi orang Kristiani yang memahami sejarah dan imannya dengan baik, sehingga menjawab ketidaktahuan orang² non Kristen itu bisa dengan tegas dan lugas menjawabnya. -cpr

#onedayonepost
#informasi
#budaya
#katekese
#gregorian
#julian
#kalender

Posting Komentar

0 Komentar