Kenapa Kalender Julian Masih Dipakai?

Muncul pertanyaan saya ketika saya mengetahui kenapa ada perbedaan Natal antara gereja barat dan timur (Ortodoks dll.), tapi ternyata sebenarnya tidak ada perbedaan, keduanya merayakan Natal Kristus pada 25 Desember. 

Baca juga: 

Betul tanggalnya sama, yang beda itu cuma pada kalender yang digunakan, dimana Kalender Gregorian yang dipakai dunia internasional dipakai oleh gereja Barat dan sedangkan gereja Timur menggunakan Kalender Julian. 

Kelak pada tahun 2100, selisih harinya akan capai 14 hari, jadi nanti Natal 25/12 oleh gereja Barat, dirayakan oleh gereja Ortodoks pada 8/1. Gambar ilustrasi disiapkan chathpt untuk mendukung postingan ini. 

Kalender Julian ditinggalkan karena ditemukan banyak ketidakmatch'an dalam perhitungan hari kalender, akan selalu ada selisih setiap beberapa periode sekali. Jika kalender Gregorian itu selisih terjadi setelah ribuan tahun +- 3300 tahun, sedangkan pada kalender Julian +- 128 tahun, dari situ bisa diamati bahwa kalender Julian ratusan tahun saja sudah ada selisih. 

Alasan gereja Barat akhirnya menetapkan Kalender Gregorian ini adalah karena ketidakcocokan pada perhitungan musim semi yang digunakan sebagai patokan perayaan Paskah, dimana disepakati 21 Maret namun semakin maju sehingga perayaan Paskah yang sudah disepakati sejak Konsili Nicea I pada tahun 325 tidak tepat lagi.

Wajar saja jika pada akhirnya dunia memilih menggunakan Kalender Gregorian sebagai patokan dan acuan. 

Lalu pertanyaannya kenapa masih ada yang mempertahankan kalender Julian? Why? 

Jawaban ini adalah opini saya dan juga dari informasi yang saya temukan dari internet soal pertanyaan yang saya utarakan pada postingan ini. 

Kalender Gregorian muncul pada saat masa Paus Gregorius XIII pada tahun 1582, tepatnya pada tanggal 24 Februari 1582. Sebelumnya kalender yang dipergunakan adalah Kalender Julian.

Saat ditetapkan Kalender Gregorian digunakan pada tanggal 24/2, pada kalender Julian saat itu masih dipakai, mulai ditetapkan konversi atau penyesuaiannya yaitu pada Kamis, 4 Oktober 1582. Seharusnya hari besoknya itu tanggal 5/10, tetapi karena Kalender Gregorian telah menetapkan penyesusian atas 'ketidakakuratan' Kalender Julian, maka sejak saat itu besokan dari tanggal 4/10 ditetapkan menjadi Jumat, 15 Oktober 1582. Jadi seperti ada lompatan tanggal sebanyak 11 hari, padahal kenyataannya tidak ada lompatan hari sebanyak itu, lompatannya normal dari Kamis ke Jumat, yang berubah hanya tanggalnya ditambahkan sebanyak 11 hari. 

Angka selisih sebanyak 11 hari ini akan terus bertambah seiring berjalannya tahun ke depan. Dimana saat ini pada tahun 2026 selisihnya sudah mencapai 13 hari. 

Lalu kenapa masih juga dipakai Kalender Julian ini? 

Jadi gereja Ortodoks dan gereja Timur yang masih menggunakan Kalender Julian umumnya diterapkan dalam konteks liturgis mereka. Karena alasan teologis, historis dan identitas gerejawi. Kalender Julian dianggap sebagai kalender para bapa gereja, konsili² ekumenis awal menggunakan Kalender ini (Julian), begitupun dengan Kalender liturgi klasik Ortodoks menggunakan Kalender ini. 

Karena alasan historis inilah gereja Ortodoks dan gereja Timur memilih untuk tidak merubah atau mengganti prosesi kalenderisasi atau penanggalannya, meskipun ada perbedaan atau ditemukan ketidakcocokan atau ketidaksesuaian matematis penanggalan. 

Mereka menganggap dengan mengganti penanggalan ini maka seperti memutus kesinambungan praktik ibadah, mengganggu struktur puasa dan pesta gerejawi. 

Karena orang Ortodoks berprinsip bahwa: "Kami tidak mengubah tradisi hanya demi kemudahan."

Selain itu ada hal yang berkaitan dengan resistensi pada hubungan kerasulan. Kalender Gregorian dicetuskan oleh Paus Gereja Katolik Roma, Paus Gregorius XIII. Dimana pada masa itu, hubungan antara Gereja Katolik Roma dan Gereja Ortodoks dari suksesi rasul lain tengah 'terpecah' sejak skisma yang terjadi pada tahun sebelumnya yaitu tahun 1054.

Jika gereja² Ortodoks / gereja Timur ini memilih menggunakan penanggalan yang baru maka akan dianggap menyetujui pengaruh Roma dan ancaman kehilangan otonomi gereja Timur,  dimana saat itu pengaruh Gereja Barat dalam hal ini Katolik Roma sangatlah besar, karena memang suksesi apostolik Rasul Petrus ada dilanjutkan oleh Gereja Roma. Yesus sendiri pun memilih Rasul Petrus untuk memimpin gerejanya dan saudara-saudara-Nya yang lain. 

Namun ada hal yang perlu diketahui bahwa Gereja Ortodoks tidak sepenuhnya menolak Kalender Gregorian, dimana mereka tetap menggunakannya untuk urusan sipil, hanya tidak untuk urusan liturgis. Malahan mereka menggunakan versi revisi dari Kalender Julian yang sebenarnya serupa dengan Kalender Gregorian, hanya saja mereka menolak menyamakannya dengan Kalender Gregorian. 

Jadi kesimpulannya untuk menjawab pertanyaan postingan kali ini:
Kalender Julian dipertahankan bukan karena ketepatan ilmiah, tetapi karena kesetiaan pada tradisi suci (secara teologis dan liturgis), identitas (sebagai simbol kemandirian Gereja/ Gereja yang otonom), dan kesatuan gereja (secara historis bentuk resistensi pasca skisma 1054 dan secara pastoral mencegah perpecahan diantara umat yang sudah terbiasa dengan Kalender Julian). 

Semoga ini bisa menjawab pertanyaan pada postingan ini dan sekaligus kembali menegaskan tidak perlu lagi memperbedakan Natal 25/12 atau 7/1, karena pada waktunya Natal 7/1 akan berubah juga karena efek perhitungan penangalan Julian. Tapi pada dasarnya Natal gereja itu ditetapkan 25 Desember itu sama, yang membedakan itu muncul karena konversinya. 

Semoga bisa mencerahkan, Tuhan memberkati kita semua, Yesus Kristus satu, lalu kenapa kita mengotak-ngotakan diri, pahami ajaran-Nya dengan cara yang berbeda tanpa merubah inti apa yang Yesus ajarkan. Semoga semua umat beriman diberikan hikmat yang benar sesuai apa yang Yesus Kristus sampaikan. -cpr

#onedayonepost
#katekese
#informasi
#budaya
#kalenderjulian
#kalendergregorian
#ortodoks
#roma

Posting Komentar

0 Komentar