Memahami Aliran Kharismatik Katolik

Kali ini Mimin SSDK mau share atau nyumbang postingan untuk Taize Naturality, kebetulan post ini Mimin buat oleh karena sedikit keingintahuan soal aliran yang umum pada denominasi Kristen non Katolik. Namun bagi kalangan Katolik awam yang memahami ibadah keheningan akan merasa aneh jika ibadah dengan tema relatif 'ramai'.

Ibadah dengan cara ini biasa dikenal dengan ibadah aliran kharismatik. Untuk mari kita bahas lebih lanjut, informasi akan Mimin cari tahu dari berbagai sumber terpercaya.


Aliran karismatik dalam gereja Katolik dikenalkan melalui gerakan pembaharuan karismatik Katolik. Gerakan ini muncul dari dalam gereja Katolik Roma. Aliran karismatik ini mengadopsi beberapa praktik dan kepercayaan seperti aliran Pentakosta di dalam Protestan.

Ciri khas dalam ibadahnya memiliki karakter Misa dengan semangat tinggi, seperti pertemuan doa yang berisikan nubuatan dan kadang-kadang glossolalia atau "berbicara dalam Bahasa Roh".

Umat Katolik yang meyakini dan akrab dengan aliran karismatik ini berpikir bahwa karunia² roh Kudus yang terjadi pada masa para rasul dulu juga terjadi pada masa kini.

Awal mula gerakan ini dimulai di gereja Katolik Amerika Serikat, di sana adalah saksi munculnya neo-pentakostalisme.

Praktik² pentakostalisme ini masuk ke tubuh gereja Katolik diperkirakan dimulai dari lingkungan universitas Katolik di Amerika Serikat. Salah¹ universitas terkenal adalah Universitas Notre Dame, AS. Di sana para guru besar dan civitas akademika kerap mengadakan ibadah doa pribadi bersama kaum awam lainnya dengan gaya karismatik.

Seiring waktu gerakan ini makin populer di kalangan komunitas², salah¹ nya komunitas Filipino & Hispanik Amerika Serikat. 

Secara lokal, gerakan karismatik ini disahkan oleh seorang kardinal di Gereja Katolik, bernama Leo-Josephus Kardinal Seunens.

Kemunculan gerakan ini menimbulkan berbagai macam sikap dari hierarki gereja Katolik. Beberapa diantaranya mendukung gerakan ini. Keadaan ini dianggap sebagai salah¹ pertanda untuk persatuan gereja² Katolik dan Protestan ke dalam persatuan Tubuh Kristus.

Gerakan ini di Amerika membuat penurunan jemaat yang hadir di gereja, popularitas persekutuan karismatik malah makin meningkat. Sehinggal hal ini mendapatkan perhatian para uskup di sana kala itu.

Pada akhirnya gerakan ini mendapatkan dukungan dari Paus, pemimpin gereja Katolik Roma. Beberapa  Paus yang mendukung gerakan karismatik dalam gereja Katolik ini adalah Paus Paulus VI, Paus Yohanes Paulus II, dan Paus Benediktus XVI.

Ada hal yang menarik, meskipun aliran karismatik Katolik ini secara nyata nampaknya berkiblat pada aliran Protestan, tapi gerakan atau aliran karismatik Katolik menolak memiliki hubungan apapun dengan Protestanisme (baca: aliran Protestan). Dasarnya adalah soal devosi pada Santa Perawan Maria, dimana itu adalah dasar teologi yang tidak diakui dalam Protestanisme.


Ada yang menganggap karismatik Katolik sesat?

Pernyataan atau pertanyaan ini sering muncul diantara para umat awam Katolik. Bagi mereka yang memahami ibadah orang Katolik itu tenang, dengan tidak ramai², dengan cara berdoa yang khusyuk, tidak terlalu "lebay" ketika berdoa, mengangga aliran karismatik ini sesat. Apakah benar begitu?

Bukankah Yesus mengajarkan teladan cara berdoa yang tenang, hening. Bahkan Yesus mencari tempat yang jauh dari keramaian untuk berdoa, dan itu ada tertulis dalam Kitab Suci. Para rasul pun mencatat cara Yesus berdoa tidak ada yang seperti aliran karismatik ini. Lalu, apakah ini penyimpangan ajaran Yesus sendiri?

Yesus tidak pernah mengajarkan doa yang betele-tele, namun dalam aliran karismatik hal ini dilakukan, bahkan doanya relatif panjang. Ini jelas berbeda dengan apa yang Yesus ajarkan selama Dia mengajar para rasul? Lalu kenapa ajaran yang berbeda ini justru disebarkan oleh pengikut Nya?

Selengkapnya, untuk keraguan ini akan dijawab di sini, baca selengkapnya di sini, dari katolisitas.org.


Gereja Katolik menganggap pandangan pribadi inilah yang tentunya bisa berbahaya. Jadi penilaian pribadi kita inilah yang bisa jadi sumber² perpecahan.

Sebenarnya, tradisi gereja mencatat perkembangan dari ajaran atau aliran karismatik ini pada jemaat mula². Perkembangan ini mulai setelah jaman para rasul.

Montanus (135-177) dikenal sebagai seorang yang menjadi pelopor gerakan karismatik pertama di abad kedua, dengan menekankan adanya karunia nubuat. Namun ada masalah dalam ajarannya, ia mengklaim sebagai penerima wahyu Tuhan secara langsung, sehingga membahasakan diri sebagai orang pertama dalam nubuat-nubuatnya, seolah- olah ia sendiri adalah Tuhan.

Gerakan Montanism ini akhirnya memecah Gereja di Ancyra menjadi dua. Kemudian Uskup Apollinarius menyatakan bahwa nubuat Montanus adalah palsu. Gerakan Montanus akhirnya ditolak oleh para pemimpin Gereja.

Sampai akhirnya Bapa-bapa Gereja tidak lagi menekankan nubuat² yang berhubungan dengan bahasa² roh.

Sampai pada masa St. Agustinus (354-430) memberikan pengajaran demikian tentang bahasa roh, dan prinsip inilah yang kemudian dipegang oleh Gereja untuk tujuh ratus tahun berikutnya.

Maka walaupun banyak orang menyangka bahwa bahasa roh itu berasal dari gerakan Pentakostal di awal abad ke-20, namun sebenarnya karunia bahasa roh ini sudah lama ada, bahkan sejak awal mula sejak jaman para rasul, dan juga merupakan bagian dari tradisi Gereja Katolik.

Maka persekutuan doa karismatik yang sungguh Katolik, seharusnya tidak menekankan pujian yang hingar bingar, tanpa keheningan.

Tepuk tangan, bahkan bersorak dan menari sebagai cara memuji Tuhan tidak dilarang, sebab hal itu juga dicatat dalam Kitab Mazmur, namun tentu harus dalam batas yang normal yang mencerminkan pengendalian diri.


Oh ya patut diketahui, karismatik Katolik itu ada pembinanya lho, jadi ada Imam atau Romo pendampingnya, sering disebut Romo moderator. Sama seperti kegiatan mahasiswa Katolik di tiap² Keuskupan selalu punya Romo moderator mahasiswa.

Begitupun dengan gerakan karismatik Katolik ini, dikenal dengan Badan Pelayanan Nasional Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPN PKKI). Hingga saat ini ketika Mimin membuat postingan ini, Episcopal Advisor BPN PKKI adalah Rm. Steve Winarto, Pr.


Kepengurusan BPN PKKI periode 2021-2024, yaitu “Sahabat Kristus dalam Ketaatan Kepada Bapa”.

Berdasarkan informasi yang Mimin temukan, bahwa tonggak pembaruan Karismatik Katolik (PKK) dipicu oleh pengalaman iman dalam pencurahan Roh Kudus dari para mahasiswa dari universitas Duquesne Amerika pada tahun 1967.

Romo moderator ditunjuk uskup tidak hanya untuk hal-hal yang terkait dengan surat-surat ijin semata. Para romo perlu untuk mendalami discretio, agar para romo dapat membedakan Roh yang bekerja dan dapat mengarahkan orang-orang yang “disentuh” Roh Kudus dan mengalami “pertobatan kedua”.

Mereka tampak mengalami kemajuan rohani yang pesat, khususnya dalam berdoa dan membaca kitab suci, tetapi tidak sedikit yang mengalami ekses. Oleh karena itu, dibutuhkan peran romo moderator untuk mendampingi dan mengarahkan mereka.


Tambahan informasi, gerakan karismatik Katolik di Indonesia dipelopori oleh almarhum romo Lambertus Sugiri, SJ. Romo Sugiri adalah tokoh perintis Karismatik Katolik di Indonesia. Romo Sugiri berinisiatif menggeluti karismatik secara serius.

Sedikit sejarah karismatik Katolik di Indonesia. Pada Mei 1976, Uskup Agung Jakarta kala itu, almarhum Mgr. Leo Soekoto, SJ mengundang Pastor O Brien SJ dari Bangkok dan Pastor H. Schneider SJ dari Manila. Kedua imam ini diundang untuk memberikan ceramah dan seminar.

Pada tahun 1977, dimulai kelompok² doa kecil beranggotakan 80 orang, dari seluruh Kota Jakarta masa itu. Kemudian ada pula Romo Jhon Indrakisuma, O.Carm memulai kelompok doa kecil di Malang, Jawa Timur.

Setelah seminar yang dilakukan di Jakarta itu, Romo L. Sugiri, SJ, kala itu ditunjuk menjadi moderator dari kelompok doa di Jakarta ini.

Seiring waktu, mulai berkembang meluas ke seluruh wilayah lain di Jawa, dimulai dari seminar dan ceramah.


Begitulah kira² bagaimana aliran karismatik Katolik itu ada. Jadi bukan sesuatu yang menyimpang karena memang Gereja Katolik mengakui itu. Bahkan hal ini berkembang seiring waktu.

Umat diberikan banyak pilihan untuk mendalami bagaimana kuasa Tuhan bekerja dalam hidupnya, sehingga tidak ada kata jalan buntu dalam mengimani Allah dari Yesus Kristus.

Segitu saja sih informasi² yang bisa Mimin himpun, dengan ini pola pemikiran Mimin jadi bisa memahami soal aliran karismatik Katolik ini, setidaknya ini bisa jadi pelurusan pemahaman² yang salah soal aliran karismatik dalam Gereja Katolik selama ini.

Sampai jumpa bahasan rohani, seputar iman Katolik di blog ini. Sekian sumbangan postingan dari Mimin SSDK untuk Taize Naturality. Berkah dalem, Tuhan Yesus menyertai kita sampai akhir jaman. SSDK

Posting Komentar

0 Komentar